PESISIR BARAT - Tim Anti Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil membekuk enam pelaku perampokan delapan ton kopi dalam truk, sekitar pukul 14.00 Senin (13/5/2013). Tidak lebih dari 24 jam, enam pelaku yang menggasak delapan ton kopi dari mobil truk colt diesel BE 9326 UF, diamankan di dua tempat berbeda.
Truk yang dikendarai Martinus (31) dan Harseno (47) dihadang kawanan rampok di jalur Pesisir Barat-Krui sekitar pukul 04.00 WIB, Senin, menggunakan mobil Avanza silver BE 2685 SJ. Tidak berdaya menghadapi kawanan rampok yang menggunakan senajata laras panjang dan senpi jenis revolver tersebut, korban yang merupakan warga Sukoharjo, Pringsewu menyerah.
"Dua pelaku menguasai mobil truk dan empat lainya mengamankan korban dengan menyekap mulut dan menutup mata mereka," terang Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih.
Setelah menyekap korban, kawanan pelaku melanjutkan perjalanan kearah Bandar Lampung. Namun dalam perjalanan, korban yang disekap dalam mobil avanza dibuang didua tempat berbeda, Martinus (31) dibuang di pinggir hutan tebing jalur Krui sedangkan Harseno (47) dibuang di Pal 8 pekon Labuhan Mandi Kecamatan Way Kabupaten Pesisir Barat korban dibuang ke jurang.
Kemudian, kerban yang ditolong warga melaporkan ke mapolsek setempat. "Koordinasi dari dua Mapolres menurunkan tim jatanras mengejar pelaku dan berhasil mengamankanya ditempat yang berbeda. Dua pelaku telah ditangkap di Bukit Kemuning Lampung Utara.yakni Depino (30) warga Kota Bumi Ilir Lampung Utara,Sabli (35) warga Kabea Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara," jelasnya.
Sedangkan ditangkap di Desa Fajar Bukit Kemuning Lampung Utara.yakni Sulaiman (40) warga KBA Peraduanwaras Kecamatan Abung Timur Kota Bumi Lampung Utara,Bastari (30) warga Simpang Propau Kecamatan Kota Bumi Lampung Utara,Juntak dan Rusli warga Desa Fajar Bukit Kemuning Lampung Utara, namun satu orang berhasil meloloskan diri dari penyergapan Polisi.
"Selain truk dan mobil yang digunakan untuk merampok, kami juga mengamankan lima pucuk senpi rakitan sedangkan laras panjang diduga dibawa kabur pelaku lain yang berhasil melarikan diri," kata Sulis.
