BANDARLAMPUNG - Pertamina mulai menggelar operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan elpiji isi 3 kilogram dengan mendistribusikan sebanyak 54.320 tabung gas di seluruh Lampung.
"Terkait kekosongan elpiji isi 3 kilogram di beberapa daerah Sumbagsel salah satunya Bandarlampung mulai hari ini tanggal 15-18 Mei kami menggelar operasi pasar," kata Humas Sales Regional Sumbagsel Robert MV, di Bandarlampung, Rabu, (15/5/2013).
Menurutnya, truk-truk pengangkut tabung gas itu akan berada di pusat pelayanan pemerintah atau titik yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah setempat.
"Seperti di Bandarlampung OP akan digelar di sejumlah kantor kecamatan, jadi warga bisa datang secara langsung ke sana dengan harga eceran tertinggi (HET)," katanya.
Dia menjelaskan satu truk tersebut akan menyimpan sebanyak 560 tabung gas, dengan demikian tambahnya, masyarakat tidak perlu panik. Terkait kelangkaan gas ukuran tiga kilogram maupun 12 kilogram dari pasaran, dia menjelaskan, kelangkaan tersebut salah satu penyebabnya karena adanya penurunan kuota dari pemerintah.
Sebelumnya Provinsi Lampung mendapatkan kuota elpiji sebesar 89 ribu metrik ton, sedangkan tahun ini hanya mencapai 87 ribu ton. "Selain itu, sedang ada menertibkan distribusi elpiji subsidi agar tepat sasaran yakni untuk masyarakat dan kalangan usaha mikro,"katanya.
Pembatasan kuota tersebut, tambahnya mulai dirasakan sejak awal bulan Mei kemarin, sehingga menimbulkan kelangkaan gas di mana-mana."Kami berharap, gerakan operasi pasar ini dapat meredam kepanikan di masyarakat," kata dia.
Sebelumnya, pedagang makanan dan rumah tangga kesulitan mendapatkan isi ulang elpiji baik ukuran 12 kilogram maupun tiga kilogram. "Sejak tiga minggu terakhir terasa sulitnya mencari isi ulang tabung gas, beberapa kali saya sempat libur karena tidak dapat gas," kata Surya (45) pedagang gorengan di Bandarlampung. Menurutnya, selain sulit, harga elpiji juga lebih mahal dari sebelumnya.
"Sekarang elpiji yang ukuran tiga kilogram aja saya dapatkan dari agen harganya mencapai Rp21 ribu sampai Rp22 ribu, sedangkan ukuran 12 kilogram sekarang mencapai Rp94 ribu sampai Rp95 ribu," kata dia.
