Notification

×

AA Syofandi Dijegal, 15 PAC Protes

31 May 2013 | 08:28 WIB Last Updated 2016-07-31T12:12:16Z

TULANGBAWANG - Konflik internal yang terjadi di tubuh DPC PDIP Tualngbawang terus berlanjut. Upaya penjegalan AA Syofandi sebagai bacaleg dari PDIP yang diduga dilakukan oleh Ketua DPC PDIP Tulangbawang Kadek Swastika, menuai protes dari 15 PAC setempat.

Menurut mereka, Kadek tidak pantas melakukan hal tersebut dan seharusnya sadar diri, sebab dia bukan murni kader PDIP Tulangbawang.

Ketua PAC PDIP Menggala Timur, Wayan Putu Umbara menegaskan, dirinya dan beberapa PAC yang ada di Kabupaten Tulangbawang siap melakukan aksi demo besar-besaran, terkait tindakan yang dilakukan Kadek Swastika, yang berupaya menjegal anggota DPRD Tuba AA Syofandi yang berencana ingin kembali mencalonkan diri sebagai bacaleg dari partai yang sama.

"Pada saat penjaringan bacaleg beberapa bulan lalu, AA Syofandi yang saat ini masih menjadi anggota DPRD Tulangbawang berniat ingin kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Namun Ketua DPC PDIP Tuba Kadek Swastika tidak mau memberikan formulir pendaftaran seperti kader lainnya," ungkap Wayan, Kamis (30/5/2013).

Terkait hal tersebut, Ia meminta kepada DPP dan DPC PDIP untuk segera menuntaskan permasalahan dan konflik yang terjadi di internal partai tersebut.

"Jika tidak, 15 PAC yang ada di Tulangabwang akan melakukan aksi besar-besaran," ancamnya.

Terpisah, AA Syofandi membenarkan adanya upaya penjegalan yang dilakukan Ketua DPC PDIP Kadek Swastika terhadap dirinya.

"Pada saat saya berniat mencalonkan diri sebagai bacaleg dari PDIP, Kadek tidak mau memberikan formulir pendaftaran," terangnya.

Bahkan, menurut mantan wakil bupati Tulangbawang ini, pada saat pembukaan penjaringan bacaleg, Kadek Swastika pernah menyampaikan bahwa AA. Syofandi tidak akan pernah bisa mendaftarkan diri sebagai bacaelg dari partai PDIP.

"Kalaupun ingin mendaftar, saya harus langsung bertemu dengannya (Kadek)," tukas Syofandi.

Menurut dia, Kadek Swastika bukan kader murni partai berlambang banteng asal Tulangbawang, melainkan kader karbitan alias dadakan. (tya/fik)