Notification

×

Tanpa JSS, Lampung Rugi Rp157 M per Hari

20 March 2013 | 16:40 WIB Last Updated 2016-07-31T12:04:11Z
Sjachroedin ZP

LAMPUNG - Kelanjutan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) sampai saat ini belum menemukan titik terang. Padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah meminta agar pembangunan JSS menjadi prioritas.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menilai, titah SBY akan megaproyek tersebut nampaknya belum disambut oleh para pengagasnya. Buktinya, sampai saat ini belum ada kelanjutan akan proyek prestisius tersebut.

"Padahal Presiden SBY sudah angkat bicara, tapi masih juga belum ada pergerakan," kata dia dalam rapat koordinator gubernur se-Sumatera di Novotel, Lampung, Rabu (20/3/2013).

Menurutnya, dengan dibangunnya proyek penghubung antarpulau, maka dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan yang dilalui. "Pembangunan JSS itu sangat menyangkut ekonomi di Sumatera," tambah dia.

Dia melanjutkan, Presiden SBY seharusnya mengundang para Gubernur se-Sumatera jika memang pembangunan JSS ini mengalami kesulitan. "Bukannya malah mengundang para Jenderal itu. Mereka sudah ompong," tutur Sjachroedin yang juga mantan jenderal itu..

Oleh karena itu, dia mempertanyakan keadilan yang ada. Pasalnya, dengan minimnya pertumbuhan ekonomi tersebut, maka banyak infrastruktur jalan yang rusak. "Rakyat protes kalau ada jalan yang rusak. Malu saya," katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan terdapat kerugian ekonomi lainnya akibat konektivitas yang minim ini. "Per hari itu kita rugi Rp157 miliar, karena kemacetan (distribusi dan logisitik dari pulau Jawa)," tukas dia.