BANDAR LAMPUNG - Bus Rapid Transit (BRT) Trans Bandarlampung dipastikan siap berpindah manajemen pengelolanya, menyusul kebijakan Pemerintah Kota Bandarlampung yang telah menyiapkan pihak swasta lain untuk memperbaiki sistem keuangan perusahaan ini.
"Pihak swasta yang siap mengelola BRT sudah ada, semua itu disiapkan bila pihak konsorsium Trans Bandarlampung saat ini tidak sanggup lagi mengelola manajemennya dengan baik," kata Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, di Bandarlampung, Rabu (13/3/2013).
Herman menjelaskan, pergantian manajemen pengelola Bus Trans Bandarlampung itu akan dilakukan ketika pihak konsorsium sudah tidak sanggup lagi mengelola angkutan massal andalan bagi warga Kota Tapis Berseri ini.
"Kita masih akan menunggu pihak konsorsium untuk membenahi keuangannya," kata dia.
Saat ini menurut Wali Kota, pihaknya masih memberikan toleransi kepada konsorsium pengelola BRT saat ini untuk selama satu bulan terhitung sejak pertengahan bulan Februari 2013 dapat membenahi manajemennya.
Berkaitan dengan usulan sejumlah pihak yang mengharapkan adanya pemberian subsidi kepada BRT, Herman HN tetap pada keputusannya yang tidak akan memberikan subsidi. Namun, dia menegaskan bahwa Pemkot Bandarlampung tetap akan mempertahankan angkutan massal ini sebagai "ikon" bagi Kota Bandarlampung yang telah mampu berjalan selama ini tanpa subsidi dan pertama di Indonesia.
Pemkot Bandarlampung, menurut dia, akan tetap menjalankan kewajiban untuk membangun halte, namun akan dikerjakan secara bertahap. Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Bus Trans Bandarlampung I Gede Jelantik menegaskan, masih akan tetap melakukan perbaikan manajemen khususnya keuangan konsorsium BRT ini agar angkutan masal tersebut tetap berjalan dengan baik.
"Kami selaku konsorsium sedang melakukan rapat secara terus menerus untuk memperbaiki sistem manajemen BRT ini. Kami pun dalam kondisi seperti ini tidak meminta subsidi, ke depan diharapkan pengelolaan bus ini akan lebih baik lagi," kata dia.
sumber
