Notification

×

Bentrok Petambak Bratasena, Gubernur Turunkan Tim

13 March 2013 | 21:45 WIB Last Updated 2016-07-31T12:12:16Z
Sjachroedin ZP

LAMPUNG -
Tim dari Pemerintah Provinsi (pemprov) Lampung telah turun ke lokasi bentrok antarkelompok petambak udang Bratasena, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Rabu (13/3/2013). Tim ini akan memediasi perselisihan kedua kelompok petambak plasma PT Central Pertiwi Bahari (CPB).

"Kami sudah turunkan tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Polda Lampung, untuk mengetahui kejadiannya," kata Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/3/2013).

Ia mengatakan, tim pemprov dan polda Lampung serta pemerintahan kabupaten dan kecamatan, akan melakukan mediasi di lapangan sesuai dengan penanganan konflik berupa 'rembug pekon'.

Gubernur juga mengungkapkan jika kasus bentrok ini antar kelompok petambak plasma, bukan dengan perusahaan. "Jadi penanganannya dapat dilakukan di tingkat pemerintahan setempat dulu," kata Oedin, sapaan akrab Sjachroedin.

Dia mengaku mendapat laporan jika kondisi keamanan di lokasi bentrok petambak udang tersebut sudah kondusif. Pihaknya segera mengajak pihak berselisih untuk bermusyawarah dalam koridor rembug pekon, yang sudah diikrarkan masyarakat dan aparat di Lampung.

Sementara, tiga dari 27 korban luka-luka terpaksa dilarikan ke rumah sakit kabupaten, akibat bentrok antarkelompok petambak udang plasma Bratasena PT Central Bumi Pertiwi (CPB), Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Rabu.

Ketiga korban luka parah tersebut yakni Joko, petambak udang plasma, mendapati luka dan tulang retak di bagian kepala. Jhonson Area, karyawan PT CPB, mengalami luka patah tangan, dan Benny Murtawani, karyawan PT CPB, juga mengalami luka pada tulang iga.

"Ketiga korban harus dirujuk ke rumah sakit, sekarang sedang dalam perjalanan," kata Kepala Humas PT CPB Bratasena Tulangbawang, Tarpin A Nasri, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian..

Sedangkan 24 korban luka lainnya, masih dirawat di Balai Kesehatan PT CPB. Menurut Tarpin, korban akibat bentrok antarkelompok petambak udang plasma kampung Bratasena, yang terjadi pada Selasa, 12 Maret 2013.

Bentrok antarplasma tambak udang Bratasena ini, terjadi antara kelompok petambak plasma peduli kemitraan (P2K) dengan kelompok petambak forum silaturahmi (forsil). Belum diketahui penyebab terjadinya bentrok antarkedua kubu.

Para korban berasal dari petambak plasma kelompok P2K, karyawan PT CPB, dan petambak plasma kelompok forsil. "Korban yang luka berasal dari petambak, karyawan, dan masyarakat desa penyanggah sekitar," tambah Tarpin.

Dalam bentrok ini juga, seorang ditemukan tewas mengambang di tambak udang, Rabu (13/3) siang. Korban ini diketahui bernama, Ruswandi alias wawan, karyawan PT CPB. Ia merupakan penjaga pos ronda, yang saat bentrok terjadi menyelamatkan diri terjun ke tambak.

Wawan berusaha menyelamatkan diri saat bentrok puluhan petambak terjadi di depan pos ronda. Ia terpaksa lari dan terjun ke tambak. Ia tidak bisa berenang dan tenggelam.