LAMPUNG - Aksi pembegalan sepeda motor di Lampung Utara masih marak. Septiyanto (15) warga Dusun Sukarukun, Madukoro Baru, Kotabumi Utara menjadi korban pembegalan, Kamis (28/2/2013) sekitar pukul 17.00 WIB.
Suyatno, kakak korban menjelaskan dirinya bersama dengan korban hendak ke panglong. "Saya naik mobil sedangkan adik saya naik motor Honda Kharisma," bebernya saat ditemui di RS Handayani.
Di sekitar Jalan Desa Nangko Jajar, Kali Cinta, Kotabumi Utara, tepatnya di dekat perkebunan singkong, motor yang dikendarai Septiyanto diikuti 2 orang pelaku yang mengendarai sepeda motor bebek tanpa plat. Dilihatnya, kedua pelaku memepet motor adiknya. "Saya lihat pelaku memepet motor Septi, dan berusaha merampasnya," ujarnya.
Melihat hal tersebut, dirinya berinisiatif menabrak kendaraan pelaku. "Saya kejar dan tabrakan mobil ke motor pelaku. Mereka langsung terjatuh dari motornya," katanya seraya mengatakan motor adiknya pun ikut terjatuh karena posisinya beriringan dengan motor pelaku.
Setelah terjatuh, pelaku berusaha melarikan diri. Satu pelaku menggunakan motor miliknya, sedangkan satunya berlari ke arah kebun singkong. Sebelum tunggang langgang, salah satu pelaku berusaha merampas motor adik saya. Dan diduga sempat terjadi perkelahian, dan Septi mengalami luka robek di perut akibat sabetan pisau," terangnya.
Melihat adiknya yang terluka, ia membawa ke puskesmas setempat untuk mengobati lukanya. Dan perawat, merujuknya ke RS Handayani untuk mendapatkan perawatan intensif.
Suyatno, kakak korban menjelaskan dirinya bersama dengan korban hendak ke panglong. "Saya naik mobil sedangkan adik saya naik motor Honda Kharisma," bebernya saat ditemui di RS Handayani.
Di sekitar Jalan Desa Nangko Jajar, Kali Cinta, Kotabumi Utara, tepatnya di dekat perkebunan singkong, motor yang dikendarai Septiyanto diikuti 2 orang pelaku yang mengendarai sepeda motor bebek tanpa plat. Dilihatnya, kedua pelaku memepet motor adiknya. "Saya lihat pelaku memepet motor Septi, dan berusaha merampasnya," ujarnya.
Melihat hal tersebut, dirinya berinisiatif menabrak kendaraan pelaku. "Saya kejar dan tabrakan mobil ke motor pelaku. Mereka langsung terjatuh dari motornya," katanya seraya mengatakan motor adiknya pun ikut terjatuh karena posisinya beriringan dengan motor pelaku.
Setelah terjatuh, pelaku berusaha melarikan diri. Satu pelaku menggunakan motor miliknya, sedangkan satunya berlari ke arah kebun singkong. Sebelum tunggang langgang, salah satu pelaku berusaha merampas motor adik saya. Dan diduga sempat terjadi perkelahian, dan Septi mengalami luka robek di perut akibat sabetan pisau," terangnya.
Melihat adiknya yang terluka, ia membawa ke puskesmas setempat untuk mengobati lukanya. Dan perawat, merujuknya ke RS Handayani untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sebelumnya, Eka (39) karyawan PT Sinar Laut, menjadi korban pembegalan disertai perampasan, Senin (25/2/2013) lalu, sekira pukul 12.15 WIB. Menurut korban, kejadian sekitar 200 meter dari tempatnya bekerja. Di mana saat itu, korban hendak ke kantor pos. "Saya mau menabung uang Rp 3 juta di kantor pos Kotabumi," ujarnya.
Saat itu, motor korban dipepet dua orang tak dikenal, dan berusaha merampas kendaraan korban. "Saya diteriaki suruh berhenti, salah satu dari pelaku langsung memutuskan tali tas dengan golok," katanya seraya menjelaskan akibatnya, tiga jari tangan kirinya terkena sabetan golok.
Namun, pelaku gagal membawa motor korban, Honda Revo BE 7696 JO, warna merah. "Saya balik ke perusahaan dan melapor ke satpam menjadi korban pembegalan sekaligus perampokan," jelasnya.
Menurut Refki, satpam PT Sinar Laut, melihat korban bersimbah darah, ia kemudian mengantarkannya ke RSUD Ryacudu Kotabumi. "Saya langsung antar korban ke RSU Ryacudu," ujarnya.
Saat itu, motor korban dipepet dua orang tak dikenal, dan berusaha merampas kendaraan korban. "Saya diteriaki suruh berhenti, salah satu dari pelaku langsung memutuskan tali tas dengan golok," katanya seraya menjelaskan akibatnya, tiga jari tangan kirinya terkena sabetan golok.
Namun, pelaku gagal membawa motor korban, Honda Revo BE 7696 JO, warna merah. "Saya balik ke perusahaan dan melapor ke satpam menjadi korban pembegalan sekaligus perampokan," jelasnya.
Menurut Refki, satpam PT Sinar Laut, melihat korban bersimbah darah, ia kemudian mengantarkannya ke RSUD Ryacudu Kotabumi. "Saya langsung antar korban ke RSU Ryacudu," ujarnya.
