LAMPUNG SELATAN - Kepala Badan Pengolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan (Lamsel), Minhairin menyatakan, 99 persen aset daerah di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Lamsel, fiktif.
Pasalnya, dari data yang disampaikan SKPD, tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini, terungkap dalam rapat kerja (rakor) Pemkab setempat, di Aula Krakatau lingkup Kantor Bupati Lamsel, Senin (25/3/2013).
Menurut Minhairin, dari 52 SKPD di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang telah menyampaikan data aset daerah sebanyak 34 SKPD. Namun, data aset yang disampaikan 34 SKPD tidak sesaui dengan barang yang ada. Dimana, setelah dilakukan pengecekan 99 persen fiktif. Karena, tidak menggambarkan data yang sesungguhnya.
“Oleh karena itu, pekerjaan inventaris aset daerah di harapkan jangan hanya diserahkan kepada bendahara barang saja. Tiap SKPD di lingkup Pemkab Lamsel ada honorer dan pegawai lain yang bisa membantu dalam menginventaris barang (aset daerah),” ujar dia.
Lebih lanjut Minhairin menjelaskan, para SKPD di lingkup Pemkab Lampung Selatan yang belum menyampaikan data aset daerah yang telah diinventaris. Karena, SKPD kurnag peduli. Mestinya, SKPD melakukan inventaris barang yang ada. Jika, ada kemauan akhir Desember 2012 sudah bisa terinventaris semua.
Menurut Minhairin, dari 52 SKPD di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang telah menyampaikan data aset daerah sebanyak 34 SKPD. Namun, data aset yang disampaikan 34 SKPD tidak sesaui dengan barang yang ada. Dimana, setelah dilakukan pengecekan 99 persen fiktif. Karena, tidak menggambarkan data yang sesungguhnya.
“Oleh karena itu, pekerjaan inventaris aset daerah di harapkan jangan hanya diserahkan kepada bendahara barang saja. Tiap SKPD di lingkup Pemkab Lamsel ada honorer dan pegawai lain yang bisa membantu dalam menginventaris barang (aset daerah),” ujar dia.
Lebih lanjut Minhairin menjelaskan, para SKPD di lingkup Pemkab Lampung Selatan yang belum menyampaikan data aset daerah yang telah diinventaris. Karena, SKPD kurnag peduli. Mestinya, SKPD melakukan inventaris barang yang ada. Jika, ada kemauan akhir Desember 2012 sudah bisa terinventaris semua.
