![]() |
| Presiden Joko Widodo saat tinjau jalan rusak di Seputih Raman, Lampung Tengah (Foto: Istimewa) |
LAMPUNG TENGAH - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih untuk memilih sendiri rute sidaknya ke jalan rusak, saat mengunjungi Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Jokowi nampak menghindari titik-titik jalan rusak yang direncanakan sebelumnya, seperti di Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah.
Perubahan rute tersebut juga dilakukan Jokowi saat kunjungan melihat jalan rusak di Lampung Selatan (Lamsel).
Seperti saat dijadwalkan Jokowi mampir di spot yang disiapkan Pemprov Lampung di lokasi perbaikan jalan di Jalan terusan Ryacudu, Lampung Selatan.
Namun, Jokowi mengabaikan spot itu dan lebih memilih untuk meninjau ruas Jalan Eksit Tol Kotabaru - Purwotani, Lampung Selatan.
Kedua, Jokowi diagendakan untuk terbang dengan helikopter dari Bandar Lampung menuju Simpang Randu, Lampung Tengah.
Namun, Jokowi lebih memilih jalur darat dengan rute Bandar Lampung - Kota Gajah - Simpang Randu.
Seakan menghindari lokasi tinjauan settingan, Jokowi lebih memilih rute tersebut. Sontak, rencana dadakan Jokowi itu membuat aparatur di daerah kalang kabut.
Sebagaimana diketahui, titik-titik jalan yang diatur pemerintah daerah, sebelumnya telah dilakukan perbaikan dengan spontan.
Bahkan, masyarakat di Provinsi Lampung menyebut program perbaikan jalan tersebut sebagai proyek "Roro Jonggrang".
Proyek Jalan 'Roro Jongrang'
Belum sampai 7 hari, sejumlah ruas jalan sempat dikebut pengerjaannya dalam semalam sudah rusak lagi.
Bak kisah Roro Jongrang dalam kisah Candi Prambanan, sebelumnya ruas jalan Rumbia, Lampung Tengah tiba-tiba didatangi rombongan kendaraan konstruksi dan sontak mengerjakan perbaikan jalan dan dikebut cepat.
Kondisi itu terjadi di sejumlah ruas jalan di Rumbia, Lampung Tengah, tepatnya di titik jalan yang sempat viral karena mobil terperosok ke lubang sedalam setengah meter hingga mogok.
Hal itu diungkapkan Nanang Wahyudi selaku warga setempat yang mengatakan, ruas tersebut pada Maret 2023 lalu sempat ditimbun menggunakan batu split besar.
Penimbunan tersebut dilakukan pasca mobil terperosok dan mogok di tempat.
"Pasca kejadian, mulanya warga tancapkan pohon pisang disitu, lalu beberapa waktu ditimbun batu besar," ujarnya, Kamis (4/5/2023).
Dirinya mengaku, ruas jalan yang berada di depan rumahnya itu sering memakan korban kendaraan, terutama mobil mulai dari patah as, patah per, hingga terguling.
Kondisi itu menyebabkan macet, peristiwa itu terus terulang berkali-kali. Bahkan, Nanang mengklaim hampir setiap hari ada mobil yang mengalami insiden di sepanjang ruas jalan itu.
Menurutnya, sudah ada 3 upaya perbaikan jalan, dari penimbunan batu split, pengerjaan siring jalan, dan terakhir perbaikan yang dilakukan sejak tanggal 1 Mei kemarin.
Nanang mengklaim, jalan yang sudah rusak bertahun-tahun itu harus viral dulu baru dapat perbaikan.
"Faktanya, penimbunan batu split karena viral mobil terperosok dan mogok, dan menurut saya, perbaikan kali ini karena Pak Presiden mau datang," ujarnya, dilansir Tribunlampung.
"Karena Jokowi mau ke sini, menurut saya ya itu," imbuhnya.
Nanang menyayangkan, dirinya yang kesehatian melintasi jalan itu melihat sendiri, belum sampai 7 hari ditimbun sabes, jalan sudah menggenang air dan berlubang lagi.
Pasalnya, sejak tanggal 3 Mei, terjadi hujan di Rumbia pada malam hari. Namun, hujan terjadi hanya sebentar dan tidak deras.
Sehingga, seluruh pandangan warga tertuju pada proyek pengerjaan jalan yang dimulai pasca Idul Fitri ini.
Harapan warga makin besar dengan adanya kunjungan Jokowi yang dijadwalkan datang Jumat (5/5/2023).
Terlebih kali ini perbaikan jalan terkesan dikebut dan dikerjakan dalam satu malam saja, seperti kisah dongeng dahulu kala.
Nanang berharap, pengerjaan jalan dilakukan secara permanen. Dengan konstruksi jalan terbaik saat ini, dirinya berharap jalan di Kampungnya di cor.
"Kalau bisa, walaupun pengerjaannya dikebut satu malam, tapi rusaknya jangan dalam waktu satu malam juga," tuturnya.
Serta, sambung Nanang, tidak hanya titik tertentu yang diperbaiki, tapi menyeluruh. Karena biasanya kalau yang diperbaiki sebagian, jalan yang lama gantian rusak, dan berulang seperti itu sepanjang tahun.
Nanang melanjutkan, sebab bukan hanya dirinya saja yang berharap demikian, namun semua warga dari anak-anak, remaja, hingga orang tua menginginkan hal serupa.
"Yang pasti, kita warga Rumbia dan sepanjang ruas jalan ini merindukan jalan mulus," tutupnya. (*)
