![]() |
| Kondisi ruas Jalan Terusan Ryacudu, Lampung yang berlubang. Foto dibidik pada Kamis (13/4/2023). (Foto: Kompas.com) |
BANDAR LAMPUNG - Sejak beberapa hari terakhir, Provinsi Lampung jadi bulan-bulanan warganet Tanah Air.
Pemicunya karena kondisi ruas jalan yang mengalami kerusakan sangat parah.
Bahkan di lini masa, kritik jalan berlubang juga banyak didominasi warga Lampung sendiri.
Kegaduhan soal kerusakan jalan ini awalnya disuarakan pelajar asal Lampung bernama Bima Yudho Saputro.
Ia adalah pemilik akun TikTok @awbimaxreborn dan kini sedang menempuh studi di Australia.
Bahkan, Bima dilaporkan ke polisi karena dituduh menyebar berita hoaks oleh advokat Lampung.
Setelah insiden ini, Bima diketahui justru memperoleh visa perlindungan dari Australia (Subclass 866), visa yang diberikan pihak Australia, salah satunya karena alasan pemohon mengalami persekusi di negara asal.
Kondisi ruas jalan di Lampung
Data kerusakan jalan di Indonesia sebenarnya bisa dipantau melalui situs Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (15/4/2023).
Data kondisi jalan tersebut mencakup kondisi jalan nasional yang dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, jalan provinsi yang berada di bawah kewenangan gubernur, dan jalan kabupaten yang merupakan tanggung jawab kepala daerah bupati/wali kota.
Merujuk data dari situs tersebut pada tahun 2020-2021, Lampung memiliki panjang jalan total 20.310 kilometer (km).
Rinciannya, jalan nasional sepanjang 1.292 km, jalan provinsi 1.693 km, dan jalan kabupaten kota 14.669 km.
Dari data tersebut, kerusakan jalan terparah terjadi pada jalan kabupaten yang perbaikannya berada di bawah wewenang pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota.
Total jalan kabupaten yang mengalami kerusakan mencapai 17,77 persen dengan status rusak berat/
Sementara sebanyak 27,06 persen statusnya kerusakan ringan, 21,36 persen dalam kondisi sedang, dan 33,8 persen sisanya dalam kondisi yang baik.
Berikut kondisi seluruh ruas jalan di Provinsi Lampung:
Jalan nasional (1.292,21 km)
- Baik: 33,28 persen (430,06 km)
- Sedang: 60,61 persen (783,20 km)
- Rusak ringan: 4,38 persen (56,58 km)
- Rusak berat: 1,73 persen (22,37 km)
Jalan provinsi (1.693,27 km)
- Baik: 64,45 persen (1.091,24 km)
- Sedang: 11,60 persen (196,40 km)
- Rusak ringan: 14,14 persen (239,44 km)
- Rusak berat: 9,81 persen (166,20 km)
Jalan kabupaten (14.669 km)
- Baik: 33,80 persen (4.958,94 km)
- Sedang: 21,36 persen (3.133,54 km)
- Rusak ringan: 27,06 persen (3.969,96 km)
- Rusak berat: 17,77 persen (2.607.07 km)
Perbandingan dengan daerah tetangga
Sejatinya kerusakan jalan yang terjadi di Lampung tak jauh berbeda dengan daerah-daerah tetangganya di Pulau Sumatera.
Kondisi jalanan di tetangga terdekatnya di sisi Barat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), juga bernasib sama.
Status jalan kabupaten yang rusak parah di Sumsel mencapai 17,89 persen atau sepanjang 2.459 km, lalu kerusakan ringan mencapai 18,05 persen atau 2.481 km.
Sementara di Jambi, jalan kabupaten dengan status rusak berat mencapai 22,84 persen atau 2.166 km dan rusak ringan 20,72 persen atau 2.619 km.
Untuk jalan kabupaten di Bengkulu, status jalan dengan rusak parah adalah 14,58 persen atau 865,97 km dan jalan rusak ringan 29,55 persen atau 1.755 km. (*)
