![]() |
| Warga yang terus datangi Gedung Olympus Badminton Arena (Foto: Tribun Lampung) |
BANDAR LAMPUNG - Viral di sosial media terkait kedatangan Ida Dayak ke Lampung untuk melakukan praktik pengobatan.
Dalam pemberitahuan di beberapa sosial media yang beredar, Ida Dayak akan melakukan praktik di Gedung Olympus Badminton Arena, Sukabumi, Bandar Lampung 8-11 April 2023.
Nyatanya, kabar kedatangan Ida Dayak untuk melakukan praktik di Lampung ditepis oleh pihak di Gedung Olympus Badminton Arena.
Namun, kendati kabar tersebut dibantah dan dinyatakan hoaks oleh pemilik gedung, warga masih terus berdatangan.
Hal itu diungkapkan pengelola Gedung Olympus Badminton Arena, Sukabumi, Bandar Lampung, Febri Dhuha Ghibran.
"Sampai hari ini masih banyak yang datang kemari," ujarnya, Sabtu (8/4/2023).
Dia mengatakan, masyarakat yang datang pun berasal dari daerah yang terbilang jauh.
"Rata-rata datang dari luar daerah yang jauh-jauh," terang Febri, dilansir Tribunlampung.
Oleh karena berbondong-bondongnya masyarakat ke Gedung Olympus, ia mengaku tak tega.
"Saya kasihan lihat orang-orang yang berharap kesembuhan jauh-jauh datang ke lokasi, tapi ternyata beritanya tidak benar," kata Febri.
Oleh karena itu, dia meminta media untuk membantu memberitakan terkait ketidakbenaran informasi kedatang Ida Dayak seluas-luasnya, agar tak banyak lagi masyarakat yang kecewa.
"Mudah-mudahan semakin mereda (yang datang) di tanggal 11 nanti," harap Febri.
Diketahui, sebelumnya berderar postingan di sosial media merupakan hoaks dan ulah oknum tak bertanggung jawab.
Akibatnya, banyak warga yang datang ke Gedung Olympus Badminton Arena.
"Ada 130-an lebih orang yang datang ke sini. Ada yang dari Sribawono, Pesawaran, Way Kanan, Pringsewu, dari jauh-jauh. Bahkan ada yang dari Depok kota," papar Febri.
Sudah Transfer Rp 250 Ribu
Febri mengungkapkan, pihaknya sejauh ini belum membuat laporan resmi ke kepolisian terkait hoaks pengobatan Ida Dayak di Lampung.
Akan tetapi, sejauh ini pihaknya sudah melaporakan ke aparatur pemerintahan setempat.
"Tanggal 2 April itu saya laporan RT, Babinsa, dan Camat juga sudah mengetahui," kata Febri.
Ditanya terkait laporan ke pihak kepolisian, sejauh ini ia mengaku belum.
"Laporan ke Polsek atau Polres belum," paparnya.
Hal itu lantaran pihaknya masih mendalami kejadian ini lebih dalam.
Untuk diketahui, ternyata antusiasme masyarakat Lampung atas kabar kedatangan Ida Dayak sangat tinggi. Bahkan, sudah ada calon pasien yang mentransfer sejumlah uang.
Namun, kabar kedatangan Ida Dayak ke Lampung ternyata hoaks alias tidak benar.
Menurut Febri, kabar Ida Dayak membuka praktik pengobatan alternatif di Olympus Badminton Arena, Sukabumi, Bandar Lampung hanyalah hoaks.
Tetapi, kata dia, sudah ada yang sempat mentransfer sejumlah uang.
Febri mengaku dikirimi pesan WhatsApp oleh seorang wanita. Ia mengatakan, ibu tersebut menanyakan perihal kebenaran praktik Ida Dayak di Bandar Lampung.
"Banyak ya yang telepon saya, WA saya, bahkan yang datang kemari. Ada salah satu ibu-ibu WA saya, dapat nomer saya dari Google. Soalnya di Gedung Olympus Badminton Arena yang tertera di internet memang saya cantumkan nomor," kata Febri.
"Ibu itu menanyakan benar tidaknya terkait praktik pengobatan itu. Soalnya dia sudah transfer Rp 250 ribu sebagai uang pendaftaran," jelasnya.
Uang tersebut ditransfer ke nomor rekening atas nama Rizki Agung Pratama.
Menurut Febri, si ibu mengaku mendapatkan form data diri untuk pendaftaran via WhatsApp.
Selain itu, ia mendapat informasi bahwa kuota pasien sebanyak 500 orang. Saat itu yang sudah terdaftar ada 487 orang.
Viral di Medsos
Sebelumnya viral di sosial media terkait kedatangan Ida Dayak ke Lampung untuk melakukan praktik pengobatan.
Dalam pemberitahuan di beberapa sosial media yang beredar, Ida Dayak akan melakukan praktik di Gedung Olympus Badminton Arena, Sukabumi, Bandar Lampung, 8-11 April 2023.
Nyatanya kabar kedatangan Ida Dayak untuk melakukan praktik di Lampung ditepis oleh pihak Gedung Olympus Badminton Arena.
"Hoaks, tidak benar," kata Febri.
Febri menyebut, postingan yang beredar di sosial media merupakan hoaks dan ulah oknum tak bertanggung jawab.
Ia memaparkan, atas postingan di beberapa sosial media, banyak warga yang datang ke Gedung Olympus Badminton Arena.
"Ada 130-an lebih orang yang datang ke sini. Ada yang dari Sribawono, Kotabumi, dari jauh-jauh. Bahkan ada yang dari Depok Kota," paparnya.
Atas banyaknya masyarakat yang datang, di Gedung Olympus tersebut kini ditempel pengumuman.
"Diberitahukan kepada masyarakat bahwa sehubungan dengan beredarnya berita di media sosial perihal pengobatan alternatif Ibu Ida Dayak akan praktik di Gedung Olympus Badminton Arena, dengan ini pemilik gedung menyatakan berita yang dimaksud tidak benar/hoaks."
Kronologi
Febri juga memaparkan kronologi awal hoaksnya Ida Dayak di Lampung. Bermula dari postingan Instagram @idadayak.real yang menyatakan Ida Dayak akan praktik pengobatan alternatif di Lampung.
"Saya telusuri akun itu dan ada WhatsApp-nya, nggak lama saya diblokir. Terus sesudahnya postingan yang menyatakan Ida Dayak akan ke Lampung itu dihapus, diganti kota lain, nomor WhatsApp yang dicantumkan juga beda," teranganya.
Berselang beberapa hari, akun Facebook Handari Surya mempostingan hal yang sama.
"Waktu itu saya lihat postingannya sudah dibagikan 200 orang dan ada 50-an komentar, ramai lah," terangnya.
Tak lama, postingan akun Facebook Handari Surya tentang pengobatan tersebut juga dihapus.
"Terus ada yang komen di postingan lain di FB Handari Surya menanyakan terkait pengobatan Ibu Ida, dijawabnya 'maaf kak chat admin saja, saya hanya menyebarkan', berarti dia nggak tahu informasi itu benar atau tidak," paparnya.
Akan tetapi, menurut Febri hoaksnya kedatangan Ida Dayak di Lampung sudah menyebar luas.
"Tapi sudah terlanjur kesebar postingan kemana-mana, saya ditelponin orang, di WhatsAppin. Ada yang sudah transfer uang ke nomor orang tak bertanggungjawab, yang dateng ke sini 150-an ada. Dari Pesawaran, Way Kanan, Pringsewu, Metro, banyaklah. Saya kasihan, bahkan ada yang sakit itu sudah dibawa juga ke sini," paparnya.
Jangan Mudah Percaya
Atas kegaduhan ini, Febri mengaku, pihak Gedung Olympus memasang pemberitahuan di pintu gedung.
Selain itu, Febri juga meminta kepada media untuk menyebarkan ketidakbenaran berita ini. Hal itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau penipuan.
"Kasian ada yang sudah transfer, ada yang jauh-jauh datang ke sini tapi ternyata itu tidak benar, apalagi sampai yang sakitnya sudah dibawa ke sini," paparnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan hal-hal yang belum dipastikan kebenarannya.
"Jangan juga share tanpa tahu hal itu benar atau tidaknya," pungkasnya. (*)
