Notification

×

Pengakuan Anak Pasutri Lampung Korban Pembunuhan Dukun Jawa: Ibu Pulang akan Diantar Macan Putih

05 April 2023 | 08:04 WIB Last Updated 2023-05-05T13:31:19Z
Pasutri asal Lampung yang diketahui menjadi korban dukun pengganda uang Mbah Slamet. (Foto: Dok keluarga (repro)

PESAWARAN - Pasangan suami istri (Pasutri) di Lampung menjadi korban pembunuhan dukun di Jawa.


Anak kandung korban yang tinggal di Kabupaten Pesawaran, Lampung mengaku pernah mendengar komunikasi orang tuanya dengan dukun pengganda uang bernama Mbah Slamet atau Tohari.


Pasutri Lampung yang menjadi korban pembunuhan yakni Irsyad (44) dan istrinya, Wahyu Tri Ningsih (41) warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung.


Menurut sang anak yang tak mau disebutkan namanya, melalui sambungan telepon, Mbah Slamet sempat meminta sang ibu untuk datang ke sebuah alamat.


“Namun, ibu saya sempat tidak mau atau menolak permintaannya,” ungkap sang anak sambil menahan tangis.


Tapi entah karena alasan apa, kemudian sang ibu pun bersedia mendatangi alamat yang diberikan Mbah Slamet.


“Ibu saya minta agar hanya tiga hari datang ke sana. Nanti pas pulangnya diantarkan pakai macan putih,” ucap sang anak menirukan perkataan dari Mbah Slamet, dilansir Kompas.com.


Karena komunikasi tersebut tidaklah masuk akal, maka ia pun tidak mempercayainya.


Sejak kepergian sang ibu yang pamit pergi bekerja, komunikasi mereka pun terputus.


Hingga akhirnya ia mendapatkan kabar buruk ayah dan ibunya jadi korban pembunuhan Mbah Slamet.


Kabar tersebut ia dapatkan dari kerabat yang tinggal di Solo.


Di kampungnya, Irsyad dan istrinya dikenal sebagai perajin tapis. Pada tahun 2021, mereka pamit bekerja ke Jawa untuk mengajar membuat bordir.


Minta dimakamkan di Lampung


Sementara itu, Ngalimun, ayah kandung korban Wahyu Tri Ningsih meminta anak dan menantunya dimakamkan di TPU Desa Tanjungrejo, Pesawaran, Lampung.


Ngalimun menuturkan, dirinya bersama keluarga besarnya juga akan mempersiapkan kepulangan jenazah korban jika proses otopsinya sudah selesai.


“Saya minta keduanya dimakamkan di sini,” jawab Ngalimun.


Ngalimun mengatakan almarhum Irsyad dan Tri istrinya merupakan sosok yang baik dan ramah. Ia juga menyebut keduanya di keluarga adalah sosok yang tidak pernah neko-neko.


“Bahkan anak saya pun dan suaminya tidak pernah membuat masalah apapun baik di keluarga maupun di lingkungan rumah,” ucapnya.


Sehingga kematian keduanya menjadi pukulan telak baginya dirinya sebagai orang tua.


Saat mengetahui anaknya dikabarkan meninggal secara tragis, Ngalimun geram dan meminta pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini secara terang.


“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” pungkas Ngalimun. (*)