Notification

×

Menghilang Setahun, Pasutri Lampung Dibunuh Mbah Slamet, Dukun Pengganda Uang di Jawa

05 April 2023 | 07:43 WIB Last Updated 2023-05-05T13:31:19Z

Pasutri asal Lampung yang diketahui menjadi korban dukun pengganda uang Mbah Slamet. (Foto: Dok keluarga (repro)


BANDAR LAMPUNG - Pasangan suami-istri (pasutri) asal Lampung menjadi korban pembunuhan di Pulau Jawa.


Pelaku, Tohari alias Mbah Slamet (45), dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah.


Pasutri tersebut, Irsad (44) dan Wahyu Tri Ningsih (41), warga Jalan Branti Raya, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran.


Kedua korban sudah satu tahun pergi dari Kabupaten Pesawaran. Lampung, mengaku mendapat pekerjaan mengajar kursus.


Keterangan itu diketahui dari Helmi, kakak kandung Irsad yang mengatakan pertemuan terakhir dengan adiknya itu terjadi sekitar satu tahun lalu.


Irsad yang di Kabupaten Pesawaran bekerja sebagai pengusaha kerajinan kain tapis itu pamit kepada keluarga, karena mendapat pekerjaan mengajar di wilayah Jawa Tengah.


"Katanya di sana ada kerjaan, mengajari kursus, dibayar per jam, setelah itu dia pamit dan tidak ada kontak lagi," kata Helmi ditemui di rumah korban, Rabu (5/4/2023).


Helmi mengatakan, selama kepergian pasutri itu, keluarga tidak pernah mendapatkan kabar sama sekali dari keduanya.


"Nggak ada kontak sama sekali," kata Helmi, dilansir Kompas.com.


Hingga keluarga mengetahui kabar Irsad dan Ningsih menjadi korban dukun pengganda uang Mbah Slamet.


Kepala Desa Tanjung Rejo, Sanjaya mengaku sudah mendapatkan informasi, kedua warganya adalah korban pembunuhan di Jawa Tengah.


"Sudah kita cek, keluarganya memang ada di (desa) Tanjung Rejo," kata dia.


Dia sudah mengetahui rencana kepolisian untuk mengambil sampel DNA keluarga kedua korban.


Polda Lampung akan mengambil sample DNA keluarga dua warga Lampung yang menjadi korban Mbah Slamet.


Identitas dua warga Lampung itu telah diketahui dan diinformasikan oleh Polda Jawa Tengah.


Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Zahwani Pandra Arsyad mengatakan kedua korban dukun itu diduga warga Kabupaten Pesawaran.


"Iya kita sudah dapat informasinya, kedua korban adalah pasangan suami isteri warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran," kata Pandra di Bandar Lampung, Rabu.


Diketahui, 12 orang menjadi korban pembunuhan Tohari alias Mbah Slamet (45), dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah.


Jasad korban ditemukan terkubur di kebun milik tersangka, Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya.


Dua korban yang diingat Mbah Slamet yakni pasutri asal Lampung. (*)