Notification

×

Lurah di Lampung Bantah Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Warganya: Saya Tak Pernah Lihat

14 April 2023 | 13:12 WIB Last Updated 2023-05-05T13:31:13Z
Lokasi penangkapan terduga teroris (Foto: Istimewa)

PRINGSEWU - Densus 88 menembak mati dua orang dan menangkap empat terduga teroris di Lampung.


Lurah Margosari, Gofur, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu, Lampung, menyatakan terduga teroris bukan warganya.


Dia mengungkapkan jika dirinya belum pernah bertemu dengan terduga teroris hingga saat ini.


"Saya juga belum pernah melihat wajah terduga teroris itu sama sekali sampai sekarang," kata Gofur, Kamis (13/4/2023).


Dia mengetahui adanya penggerebekan terduga teroris di wilayahnya pada Rabu (12/3), pukul 08.00 WIB.


Gofur mengetahui hal tersebut dari pihak polsek setempat yang menyambangi rumahnya pada waktu itu.


Sebelumnya, terdapat berita simpang siur terkait penggrebekan terduga teroris di wilayahnya tersebut.


Sempat ada kepanikan di tengah masyarakat saat terdengar isu penggrebekan terduga teroris di wilayahnya.


"Masyarakat juga sempat panik waktu mendengar ada teroris itu," kata Gofur.


Namun untuk saat ini situasi di Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu, Lampung, sudah mulai kondusif.


Gofur juga tidak bisa menjelaskan kronologi kejadian penggrebekan terduga teroris di wilayahnya tersebut.


Menurutnya, hal itu hanya bisa dijelaskan oleh pihak yang terjun langsung ke lapangan saat melakukan penggrebekan.


Dijelaskannya, jarak lokasi penggrebekan cukup jauh dari pemukiman masyarakat.


"Dari rumah saya sekitar 20 kilometer, untuk akses jalan juga masih jalan setapak," kata Gofur, dilansir Tribunlampung.


Ia menjelaskan, lokasi penggrebekan itu memang hanya merupakan lahan perkebunan.


Rumah Lurah Margosari Kecamatan Pagelaran Utara Pringsewu, Lampung, sempat dipenuhi pihak kepolisian.


Banyak anggota Brimob yang bersiaga dan beristirahat di kediaman Gofur. Terlihat juga mobil dari kepolisian yang terparkir dari halaman rumahnya hingga ke pinggiran jalan.


Menurut informasi terakhir, terdapat satu terduga teroris yang meninggal dunia akibat baku tembak dengan aparat kepolisian.


Kemudian satu personel Densus 88 juga yang terkena tembakan dari terduga teroris pada saat terjadi baku tembak.


Personel Densus 88 itu saat ini sudah dirujuk ke RS Abdul Moeloek untuk diberikan penanganan medis lebih lanjut. (*)