Notification

×

Dua Pasutri Asal Lampung Korban Pembunuhan Mbah Slamet di Jawa Dikenal Bersahabat

07 April 2023 | 13:22 WIB Last Updated 2023-05-05T13:31:18Z
Tohari alias Mbah Slamet (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Korban pembunuhan dukun pengganda uang di Jawa asal Lampung empat orang yang merupakan dua pasangan suami istri (pasutri).


Kedua pasutri asal Kabupaten Pesawaran, Lampung tersebut yakni Irsad (44) dan Wahyu Triningsih (41), Suheri (53) dan Riani (50), yang menjadi korban Mbah Slamet di Jawa.


Kedua pasutri tersebut memiliki hubungan persahabatan hingga berakhir menjadi korban pembunuhan Mbah Slamet, dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah.


Suheri dan istrinya Riani hilang komunikasi dengan keluarganya sejak 8 September 2021 lalu.


Suheri, warga warga Dusun Mekar, Desa Kalirejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung tersebut diketahui bekerja sebagai tukang bangunan.


Suheri dan Riani berpamitan dengan keluarga untuk pergi ke Jawa Tengah karena mendapatkan pekerjaan membangun rumah, yang belakangan diketahui milik Mbah Slamet.


Diketahui, Suheri mengerjakan pembangunan rumah dua lantai milik Mbah Slamet di Banjarnegara.


Hal itu diketahui pihak keluarga dari panggilan video call dengan Suheri yang sedang membangun rumah milik Mbah Slamet, dukun pengganda uang.


Sebelum hilang kontak dengan dengan keluarganya, Riani diketahui aktif di media sosial. Ia sering memposting aktivitasnya di media sosial Facebook.


Riani juga membagikan momen kebahagiaannya bersama dengan suaminya ketika berada di beberapa daerah di Pulau Jawa.


Bahkan, Riani juga membagikan foto bersama Mbah Slamet saat di kebun wortel pada 30 Agustus 2021 lalu.


Panut (57), yang merupakan kakak Riani, menceritakan bahwa Suheri sedang mengerjakan pembangunan rumah dua lantai milik Mbah Slamet.


"Dia lagi di rumah pelaku. Tidak tahu jika rumah pelaku itu sedang dibangun oleh Suheri," ujarnya, Kamis (6/4/2023).


Panut menuturkan, dia terakhir kali berkomunikasi dengan Suheri dan Riani sejak 8 September 2021 lalu.


"Kalau dia pergi tidak komunikasi dengan saya. Habis pergi salaman terakhir dan tidak ada komunikasi lagi," tuturnya, dilansir Berisatu.com.


Sementara Polda Lampung melakukan pendampingan terhadap dua keluarga yang menjadi korban pembunuhan Mbah Slamet.


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pendampingan dilakukan untuk melaksanakan tes DNA, guna kecocokan data ante mortem pada Tim DVI Dokpol Biddokkes Polda Jawa Tengah.


"Kami akan membantu Polda Jawa Tengah untuk melakukan penyelidikan terkait adanya warga Lampung yang menjadi korban penipuan dukun pengganda uang Slamet Tohari asal Banjarnegara, Jawa Tengah," kata Pandra.


Dia menghimbau kepada masyarakat Lampung agar tidak mudah percaya terhadap praktik penggandaan uang yang dapat merugikan secara materi.


"Nyawa taruhannya, waspadalah," kata Pandra. (*)