![]() |
| Anies Baswedan saat menyerahkan IMB dan meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Katholik Damai Kristus, Duri Selatan, Tambora, Jakarta pada 20 Desember 2021. (Foto: Instagram Anies Baswedan) |
JAKARTA - Tuduhan dengan narasi intoleran terus dilancarkan para pembenci Anies Baswedan.
Namun tudingan buzzerRp berbeda dengan kenyataan penilaian dari warga negara Indonesia (WNI) di Jakarta yang merupakan keturunan Cina dan menganut agama Katolik, Yulia Mareta.
Yulia blak-blakan tak mengerti mengapa Anies dikatakan pemimpin intoleran.
Padahal Anies, menurut Yulia, telah mengayomi kaum minoritas di mana dia dan kelompok komunitasnya telah diayomi Anies.
Khususnya dalam hal penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gereja tempat mereka beribadah.
“Saya paham sekali perubahan dan persekusi, sangat sulit sekali untuk membangun atau hanya untuk (sekadar) menerima IMB," ujar Yulia saat berbincang bersama Pemerhati Pendidikan Indra Indra Charismiadji, melalui kanal Youtube LAMAN TV, dikutip Selasa (7/3/23).
“Saya tahu banget 10 November (20 Desember 2021) kalau nggak salah, itu Pak Anies peletakan batu pertama dan itu sangat membahagiakan buat kami di warga kampung duri khususnya Paroki Damai Kristus,” tambahnya.
Yulia yang juga merupakan Certified Tour Leader and Travel Consultant itu menjelaskan, selama puluhan tahun dan lintas kepemimpinan Gubernur, untuk urusan IMB saja mereka kesulitan, sehingga sulit untuk membangun gereja tempat mereka beribadah.
Baru di masa Anies IMB tersebut keluar, bahkan Anies sendiri yang meletakan pertama kali batu pembangunannya.
“Beliau sendiri yang datang dan meletakan batu pertamanya di sana,” ungkap Yulia.
Dia heran apabila Anies disebut sebagai sosok yang intoleran dan hanya mampu merangkai kata saja plus minim bekerja.
"Nyatanya, Anies dengan kemampuan bernarasi melakukan pendekatan kepada warga yang sebelumnya kekeuh menolak pembangunan gereja, sehingga bisa mengerti dan terbuka, karena komunikasi dialog politik itu penting, dan itu yang bisa dilakukan Pak Anies,” jelas Yulia. (*)
