![]() |
| Warga korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara tidak mau dipindahkan. (Foto: Istimewa) |
JAKARTA - Warga korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara tidak mau dipindahkan.
Ketua Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) Mohamad Huda mengatakan warga menolak relokasi.
Menurutnya, warga Kampung Tanah Merah menginginkan pembangunan kembali rumah yang rusak akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara itu.
“Merehabilitasi rumah yang terbakar yang disebabkan kesalahan Pertamina itu sudah jadi kesepakatan warga dan para korban,” kata Huda saat dihubungi Selasa, 7 Maret 2023.
Depo Pertamina Plumpang terbakar pada Jumat malam, 3 Maret 2023. Akibatnya, 19 orang tewas dan 38 orang tengah dirawat di rumah sakit.
Si jago merah menjalar hingga membakar warga Kelurahan Rawa Badak Selatan, termasuk Kampung Tanah Merah, yang lokasinya di dekat depo.
Menurut Huda, korban kebakaran menuntut pemiliknya berdiri kembali seperti semula. Jika ada pihak yang setuju relokasi, maka mereka diduga bukan warga Kampung Tanah Merah .
“Jika ada suara yang mau dipindahkan, bukan warga asli atau yang punya rumah. Itu para pengontrak, mereka enggak punya beban,” ujar dia.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI mencatat masih ada 204 jiwa korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang mengungsi.
Mereka bertahan di dua lokasi pengungsian Jakarta Utara. sekitar 193 pengungsi tinggal sementara di Kantor PMI Jakarta Utara dan 11 orang di RPTRA Rasella.
“Kami memastikan kondisi pengungsi dan pengungsi dapat memenuhi kebutuhan dasarnya,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD DKI Muhammad Ridwan Ibrahim di Jakarta, Senin. (*)
