Notification

×

Tetap Beralasan Covid, Kemendagri Terbitkan SE Larangan Buka Puasa Bersama Pejabat-ASN

24 March 2023 | 18:48 WIB Last Updated 2023-05-05T13:31:27Z
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 100.4.4/1768/SJ tentang Penyelenggaraan Buka Puasa Bersama. 


Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari surat arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang buka puasa bersama pejabat berkop Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor R 38/Seskab/DKK/03/2023 tertanggal 21 Maret 2023.


"Perihal Arahan terkait Penyelenggaraan Buka Puasa Bersama, untuk menerapkan prinsip kehati-hatian penanganan COVID-19 mengingat saat ini masih dalam transisi dari pandemi menuju endemi," bunyi SE yang dikirimkan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Benni Irwan, dilansir Tempo, Jumat, 24 Maret 2023. 


Selain mencegah penularan Covid-19, larangan ini juga untuk menerapkan pola hidup sederhana bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 


Kemendagri meminta kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota untuk meniadakan kegiatan Buka Puasa Bersama pada bulan suci Ramadan 1444 H bagi seluruh Perangkat Daerah dan pegawai di Instansi Perangkat Daerah.


Surat Edaran itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro. 


Surat tersebut ditembuskan kepada Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Larangan juga berlaku untuk ASN


Benni menerangkan larangan buka puasa bersama itu nantinya tidak hanya berlaku untuk kepala daerah, namun juga berlaku untuk ASN atau pegawai negeri sipil (PNS). 


Mengenai sanksi bagi para pelanggar, Benni mengatakan hal itu akan mengikuti ketentuan dari Kementrian Pemnerdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.


"Sanksi sesuai aturan yang berlaku di KemenpanRB," kata Benni.


Sebelumnya, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengklarifikasi arahan Presiden Jokowi tentang larangan buka puasa bersama. 


Arahan tersebut tertuang dalam surat berkop Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor R 38/Seskab/DKK/03/2023 tertanggal 21 Maret 2023. 


"Yang pertama bahwa buka puasa itu atau arahan Presiden itu hanya ditujukan kepada para Menko, Menteri, dan kepala lembaga pemerintah," ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis, 23 Maret 2023. 


Pramono memastikan larangan buka puasa bersama itu tidak berlaku bagi masyarakat umum, sehingga dia memastikan masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan atau menyelenggarakan buka puasa bersama.


Selain itu, Pramono menyebut larangan buka puasa bersama itu lantaran aparat sipil negara, pejabat pemerintah sedang mendapatkan sorotan yang sangat tajam dari masyarakat.


"Untuk itu Bapak Presiden meminta kepada jajaran pemerintah, ASN untuk berbuka puasa dengan pola hidup yang sederhana, tidak melakukan atau mengundang para pejabat jika mereka melakukan buka puasa bersama," kata Pramono. 


Dengan demikian, Jokowi berharap para pejabat dapat memberikan contoh kepada masyarakat soal kesederhanaan.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo setuju dengan arahan Jokowi yang melarang pejabat pemerintah menggelar buka puasa bersama. 


Apalagi saat ini juga sedang ramai isu pejabat pamer kekayaaan dan kemewahan di tengah masyarakat.


"Saya kira dalam konteks hari ini, saya setuju dengan arahan tersebut. Apalagi, beberapa hari ini terlihat cerita-cerita seperti pamer. Mudah-mudahan kalau mengadakan buka, yang sederhana, bersama keluarga tidak ada unsur pamernya, setuju saya,” kata dia di Semarang, Kamis malam, 23 Maret 2023.


Menurut Ganjar, dia akan menerapkan larangan buka puasa bersama bagi para pejabat di provinsi Jawa Tengah. 


"Kita menuju endemi, sehingga kita harus hati-hati dan waspada," kata dia.


Selain itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono akan mengikuti instruksi Presiden Jokowi.


Menurut dia, larangan bukber diberlakukan karena saat ini penanganan Covid-19 masih dalam masa transisi, sehingga ancaman Covid-19 itu masih ada.


"Kita ikuti, supaya masyarakat tetap sehat," kata Heru. (*)