JAKARTA - Mengaku cekcok dengan istri lalu dipasung, pria asal Lampung kabur ke Kalideres, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Mirisnya, pria bernama Mukti Amin (51) itu kabur dengan kondisi tangan masih terikat rantai.
Hal itu terungkap saat Mukti menuturkan kepada aparat Polsek Kalideres pada Sabtu (26/3/2023).
Dia mengaku berhasil kabur saat sedang dipasung di salah satu tiang rumahnya di Lampung.
Menurut Mukti, tangan kanannya dirantai lalu diikat ke sebuah tiang semalaman. Kedua kakinya juga dililit kayu semalaman
"Awalnya saya berantem sama istri, mungkin karena saya cemburuan. Saya kepikiran istri selingkuh," kata Mukti di Kantor Polsek Kalideres, Jakarta Barat, dilansir Kompas.com, Senin (27/3/2023).
Tak lama usai cekcok dengan sang istri, tiba-tiba menantunya datang ke rumah bersama sejumlah orang.
Mereka kemudian memasung Mukti pada sebuah tiang di rumahnya.
"Dia dan teman-temannya menghampiri saya. Saya enggak kenal rombongan itu. Saya diborgol, tangan saya dirantai," ujarnya.
Rantai itu lalu diikat pada sebuah tiang. Keesokan harinya, Mukti berhasil membongkar ikatan itu dan kabur.
Meski ikatan sudah terlepas dari tiang, Mukti tidak bisa melepas borgol pada tangannya karena digembok.
Mukti berusaha kabur sejauh-jauhnya dengan kondisi tangan dirantai sepanjang perjalanan.
"Pertama naik angkot, tidak ada yang curiga. Terus naik bis kemudian kapal (ke Jakarta),” tambahnya.
Sesampainya di Jakarta, ia meminta seseorang untuk membukakan rantai yang menjerat tangannya.
Orang itu, kata Mukti, menyuruhnya untuk melapor ke Polsek Kalideres.
"Kata orang itu disuruh ke sini aja (Polsek Kalideres). Dianterin ke sini tadi," pungkasnya.
Tidak memiliki alat untuk membongkar rantai tersebut, akhirnya petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat sektor Kalideres didatangkan.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat sektor Kalideres dipanggil.
Rantai yang menjerat tangan kanan Mukti dipotong menggunakan alat sejenis tang oleh petugas.
Sebanyak empat petugas membantu mengevakuasi gembok yang menjerat tangannya.
"Karena polisi tidak memiliki alatnya, jadi kami yang turun langsung. Gembok dan rantai akhirnya berhasil dilepas," kata Kepala Sektor Gulkarmat Kalideres Amin. (*)
