Notification

×

Rumah Oknum Polisi di Lampung Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM Bersubsidi Selama 5 Tahun

06 March 2023 | 23:52 WIB Last Updated 2023-03-20T09:51:15Z

Bidik layar video truk yang diduga sedang melakukan penimbunan BBM bersubsidi di Kecamatan Natar, Lampung, Senin (6/3/2023). (Foto: Dok. warga)


LAMPUNG SELATAN - BBM bersubsidi diduga ditimbun di kediaman oknum polisi di Lampung.


Warga Dusun Srikaton, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung tempat tinggal polisi tersebut mengaku tidak berani menegur, karena takut dengan statusnya sebagai aparat.


Seorang warga, RD, mengatakan, penimbunan BBM di rumah itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.


"Sudah lama, mungkin ada lima tahunan, sudah jadi rahasia umum di sini," ujarnya, Senin (6/3/2023).


RD meminta agar identitas lengkapnya dirahasiakan, tetapi dia tidak menolak jika panggilan telepon direkam.


Penimbunan terakhir yang dia ketahui terjadi pada Senin siang. Menurutnya, ada sejumlah truk colt diesel dengan ditutupi terpal terparkir di rumah oknum itu.


"Warga tidak bisa lewat karena akses jalan masuk tertutup truk," kata RD, dilansir Kompas.com.


Dia juga mengirimkan rekaman video aktivitas penimbunan solar tersebut.


Pada video pendek itu, terlihat sejumlah truk terparkir di tepi jalan gang. Truk jenis colt diesel berplat BG (Sumatera Selatan) itu ditutupi terpal pada bagian bak.


"Ada juga truk tanki waktu itu, ada delapan truk tanki ngecor di situ," kata RD.


Masyarakat setempat sudah sangat resah dengan aktivitas tersebut. Namun warga tidak berani menegur lantaran status oknum yang anggota kepolisian.


"Mohon segera ditindak, warga di sini sudah resah, mau menegur tapi takut," kata RD.


Proses penyelidikan


Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung, Komisaris Besar (Kombes) Donny Arif Praptomo membenarkan dugaan penimbunan BBM bersubsidi ini.


Dia juga membenarkan indikasi adanya keterlibatan anggota kepolisian terkait penimbunan BBM tersebut.


"Sedang didalami keterlibatan anggota," kata Donny saat dihubungi Senin malam.


Dia menambahkan, pihaknya sudah ke lokasi dan melakukan penyelidikan.


Dari lokasi ditemukan 9 unit tandon berkapasitas 1.000 liter dengan rincian 7 unit tandon dalam keadaan terisi minyak dan 2 unit dalam keadaan kosong.


"Berisi minyak yang diduga telah diolah menyerupai BBM jenis Pertalite, total 7.000 liter," kata Donny.


Kemudian ditemukan juga 2 unit mesin alkon dan 2 unit plastik bleaching berwarna biru.


"Itu barang-barang yang ditemukan di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Donny. (*)