Notification

×

Ribuan Pedagang Kenya Usir Cina dari Negaranya Akibat Monopoli Pasar

05 March 2023 | 15:50 WIB Last Updated 2023-03-20T09:51:23Z

Aksi demonstrasi terjadi pada pekan lalu di Kenya (Foto: Istimewa)


JAKARTA - Strategi para pengusaha Cina untuk menguasai pasar di luar negeri semakin memojokkan para pedagang lokal. Seperti halnya yang terjadi di Negara Kenya.


Ribuan pedagang di Kenya melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut gerai ritel Square China angkat kaki dari negara tersebut. 


Sebab, sejak kemunculan ritel Cina, dagangan mereka menjadi tidak laku, karena Square China kerap memonopoli harga pasar.


Produk yang mereka jual jauh memiliki harga rata-rata 45 persen lebih rendah dibanding lokal.


Africa.com melaporkan, aksi demonstrasi terjadi pada pekan lalu, Selasa (28/2/2023), dilansir rmol.id, Ahad (5/3/2023).


Para demonstran berbaris menuju kantor wakil presiden dan parlemen di Nairobi untuk mengajukan petisi.


Orang China tidak bisa menjadi importir, pengecer, grosir, dan penjaja,” bunyi salah satu spanduk yang diangkat tinggi-tinggi selama protes.


Beberapa meneriakkan "Orang Cina harus pergi!". Sementara  ada juga slogan "Hentikan Invasi China!".


Sebagai bagian dari upaya menyelesaikan masalah, Menteri Perdagangan Kenya, Moses Kuria telah menawarkan untuk mengambil alih sewa Square China dari pemiliknya di Cina dan menyerahkannya kepada pedagang lokal.


Tetapi, Sekretaris Utama di Kementerian Luar Negeri Kenya, Korir Sing'oei mengatakan pihaknya membuka peluang bagi setiap investor di negara tersebut, terlepas dari kebangsaan mereka. (*)