![]() |
| Aktivis HAM Papua, Natalius Pigai (Foto: Istimewa) |
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengklaim pemerintah telah mengucurkan total anggaran Rp 1.036 triliun untuk pembangunan di Papua.
Jokowi menyebutkan, anggaran tersebut juga digunakan untuk menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 3.462 kilometer di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Papua pada Selasa (21/3/2023).
Jokowi mengatakan anggaran itu digelontorkan secara bertahap selama masa pemerintahannya.
"Sejak tahun 2014-2022 pembangunan di sini telah dianggarkan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kita senilai Rp 1.036 triliun untuk pembangunan Papua," ujar Jokowi.
Aktivis HAM Papua, Natalius Pigai menyebut pernyataan Jokowi itu sebagai kebohongan.
Dikatakan Pigai, setiap tahunnya pemerintah pusat hanya mengalokasikan anggaran Rp 700 triliun untuk dana daerah.
"Bohong! Pemerintah pusat kucurkan dana desentralisasi fiskal ke daerah (DAU, DAK, Dana Otsus) untuk 34 Provinsi Rp 700 T/tahun," cuit Pigai di Twitter, dilansir dari rmol.id pada Kamis (23/2/2023).
https://t.co/mVjkbRd2sZ BOHONG!. Pemerintah Pusat Kucurkan Dana Desentralisasi Fiskal ke daerah ( DAU, DAK, Dana Otsus) utk 34 Provinsi 700 T/thn, untuk 8 tahun 2014.2022 sebanyak 5.600 T untuk 34 Provinsi. Masa Papua dpt 1000 Triliun. Kali ini @jokowi menghayal dan halusinasi.
— NataliusPigai (@NataliusPigai2) March 21, 2023
Dia mengatakan jika merujuk pernyataan Jokowi, artinya selama untuk 8 tahun dengan dana Rp 700 triliu, maka keseluruhan sebanyak Rp 5.600 triliun untuk 34 provinsi.
"Masa' Papua dapat Rp 1.000 triliun. Kali ini @jokowi menghayal dan halusinasi," tulis Pigai. (*)
