Notification

×

Belasan Orang Tewas Akibat Depo Plumpang Kebakaran, Dirut Pertamina Minta Maaf dan Prihatin

04 March 2023 | 10:23 WIB Last Updated 2023-03-05T03:32:58Z
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (Foto: Istimewa)

JAKARTA -  Belasan orang tewas akibat kebakaran pipa bahan bakar minyak (BBM) di Depo Plumpang, Jakarta Utara, Jumat malam, 3 Maret 2023.


Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam siaran persnya meminta maaf dan merasa prihatin.


Dia juga mengatakan Pertamina akan menangani kejadian tersebut dengan kerjasama berbagai pihak.


"Pertamina akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat terdampak," kata Nicke, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat malam, dilansir Tempo.


Selain itu, pihaknya akan menginvestigasi kejadian tersebut melalui tim gabungan yang dibentuk dengan PT Pertamina Patra Niaga dan fungsi terkait 


"Kami akan melakukan evaluasi dan merefleksi menyeluruh di internal demi menghindari kejadian serupa terulang," ujar Nicke.


Dia juga menjelaskan, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman dengan back up supply dari terminal terdekat, yaitu TBBM Tanjung Gerem, TBBM Cikampek, dan TBBM Ujung Berung. 


"Pasokan BBM juga diamankan melalui dukungan dari Kilang Cilacap dan Balongan yang disalurkan lewat laut ke TBBM Tanjung Priok," tutur Nicke.


Sebelumnya, kebakaran di Depo Pertamina Plumpang diberitakan terjadi pada Jumat malam pukul 20.11 WIB. 


Api dari pipa bensin di kompleks tersebut menyebar hingga menyebabkan rumah-rumah warga di sekitar ikut dilahap si jago merah.


Hingga pukul 00.30 WIB, Sabtu, 4 Maret 2023, jumlah korban jiwa sudah mencapai 17 orang, yang terdiri dari 15 dewasa dan 2 anak-anak. 


Belasan korban jiwa kini berada di tempat yang berbeda. Delapan korban di RSUD Tugu Koja dan dua di RSUPN Cipto Mangunkusumo. 


Tujuh korban yang sempat ditempatkan di Koramil, telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati pukul 00.06 WIB.


Sementara jumlah korban luka akibat kebakaran di Depo Plumpang tersebut mencapai 50 orang, yang terdiri dari 49 dewasa dan 1 anak-anak. 


Para korban kini berada di berbagai lokasi seperti RS Mulyasari, RS Tugu, hingga RS Pelabuhan. (*)