| Foto: Presiden Joko Widodo saat menerima CEO SoftBank Jepang Masayoshi Son, Jumat (10/1/2022). (Biro Pers Setpres) |
Lampungonline, Jakarta - Perusahaan raksasa telekomunikasi dan media Jepang, SoftBank Group, dipastikan batal berinvestasi di proyek calon ibu kota negara (IKN) baru Indonesia, Nusantara di Kalimantan Timur.
Tidak jadinya SoftBank Group berinvestasi di proyek calon IKN Nusantara itu disampaikan pada Jumat (11/3/2022), dilansir Reuters dan CNBCIndoesia.
Namun pihak SoftBank Group tidak menjelaskan secara rinci alasan keputusan untuk membatalkan penanaman modal di ibu kota Nusantara.
Namun SoftBank memastikan akan tetap berkomitmen dan mendukung pengembangan perusahaan rintisan (start up) di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam wawancaranya kepada Bloomberg pada pekan ini, telah mengonfirmasi kabar mundurnya SoftBank dari mega proyek IKN.
"Tidak ada lagi cerita tentang Masayoshi (CEO SoftBank), dia keluar," kata Luhut, yang tidak menjelaskan secara spesifik mundurnya SoftBank Group di proyek ibu kota baru.
Sebelumnya pada tahun 2020 lalu, SoftBank Corp dikabarkan akan berinvestasi sebesar US$ 100 miliar atau setara Rp 1.400 triliun di ibu kota baru.
Kabar ini disampaikan sendiri oleh Luhut Pandjaitan.
"Karena dia (Masayoshi) desak saya terus, dia mau investasi hampir US$ 100 miliar. Menurut saya too good to be true," kata dia.
CEO SoftBank Masayoshi Son bahkan telah bertemu secara khusus dengan Jokowi pada 10 Januari 2022.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan ketertarikannya untuk ikut menggarap ibu kota baru.
"Terima kasih banyak sudah mengundang kami. Saya kira Ibu Kota Jakarta memiliki sejarah penting, dan beberapa hal lain," kata Masayoshi di depan Jokowi.
"Jadi, proyek baru (pemindahan Ibu Kota) yang Anda siapkan saya kira bisa menjadi kesempatan yang bisa kita bicarakan lebih jauh, bagaimana idenya," tambahnya saat itu.
Kepala negara pun secara tidak langsung menjelaskan alasan pemerintah memindahkan lokasi Ibu Kota baru yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
"Luas lahan Jakarta sekarang 66.000 hektare dan jika kita bandingkan dengan lokasi Ibu Kota baru, luas lahannya mencapai 256.000 hektare," kata Jokowi. (*)