Notification

×

Program Pasar Murah di Lampung Tidak Menyelesaikan Masalah Kelangkaan Minyak Goreng

16 March 2022 | 10:15 WIB Last Updated 2022-03-16T03:15:58Z

Antrean minyak goreng (Foto: Ilustrasi/Istimewa)


Lampungonline, Bandar Lampung - Hingga saat ini, keresahan masyarakat Lampung atas kelangkaan minyak goreng masih dirasakan.


Hal itu tetap terjadi meskipun, pemerintah setempat telah mencoba menyalurkan minyak goreng kepada warganya secara door to door.


Namun, jumlah yang diberikan terbatas untuk menjangkau seluruh warga.


Masih mudah ditemui panjangnya antrean pemburu minyak goreng di ritel-ritel. Bahkan, warga terpaksa mengantre sejak bongkar muatan stok dagang ritel dilakukan.


"Ya, minyak goreng masih sulit, harganya masih mahal di pasar. Hanya di ritel ini yang harganya sesuai HET. Tapi sering kosong," ujar Rani, warga Way Halim saat mengantre di salah satu ritel di kecamatan tersebut, Selasa (15/3/2022).


Menyoal minyak goreng dalam pelaksanaan pasar murah, ia mengaku pesimis untuk mendapatkannya.


"Kalau info dari pemerintah, Way Halim ini dapat jadwal pasar murah door to door di Way Halim pada Kamis 17 Maret, tapi ragu, dapat atau tidak," kata Rani, dilansir Tribunlampung.


Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung Wilson Faisol membenarkan jika distribusi minyak goreng melalui pasar murah door to door secara kuantitas terbatas.


"Timbul masalah kecemburuan sosial karena dapat dan tidaknya minyak goreng, sebab memang jumlahnya terbatas," ungkapnya.


"Satu kecamatan hanya 500 karton/dus saja, itu dibagi agar semua RT mendapatkan," tambah Wilson.


Pembagian memang tidak secara rata, tapi disebutkan lebih proporsional berdasarkan kebutuhan warga dari kacamata RT sebagai pihak pendata.


"Yang lebih diutamakan memang warga berekonomi rendah dan pelaku usaha kecil seperti gorengan dan sebagainya," kata Wilson.


Pihaknya sudah mencoba menambah jumlah minyak goreng untuk diberikan dalam pasar murah, namun pihak produsen keberatan.


"Sudah coba kita minta tambah, tapi ada keberatan dari produsen," jelas Wilson. (*)