Notification

×

Mendag Lutfi Sebut Minyak Goreng Ditimbun dan Diselundupkan ke Luar Negeri, GIMNI Membantah

09 March 2022 | 18:57 WIB Last Updated 2022-03-09T11:57:26Z

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Istimewa)


Lampungonline, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan stok minyak goreng hasil dari penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sudah lebih dari 391 juta liter per kemarin.


Sebelumnya pemerintah menetapkan produsen minyak goreng wajib memasok ke dalam negeri 20% dari volume ekspor.


Dengan jumlah sebanyak itu seharusnya minyak goreng cukup untuk memenuhi satu bulan kebutuhan masyarakat terhitung per 14 Februari 2022.


Namun kenyataannya minyak goreng di pasar masih sulit didapatkan. Lutfi pun mengungkapkan penyebabnya.


"Jadi ada dua dia bisa menggagalkan, adalah bocor untuk industri dengan harga tidak sesuai dengan pemerintah, kedua ini ada penyelundupan, dan ini akan saya tindak keduanya menurut hukum," ujarnya, dilansir detikcom, Rabu (8/3/2022).


Lutfi mengatakan ada yang menimbun minyak goreng kemudian diekspor ke luar negeri hingga dijual ke industri.


"Jadi ada yang menimbun, dijual ke industri atau ada yang menyelundup ke luar negeri, ini melawan hukum," tegas Lutfi.


GIMNI Membantah


Sementara Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) membantah pernyataan Lutfi, yang menyebutkan minyak goreng langka karena penyelundupan dan penimbunan.


Ketua Umum GIMNI, Bernard Riedo mengatakan pihaknya menyalurkan sesuai kewajiban. Sementara yang perlu diawasi adalah di distributor.


"Kalau industri, menyalurkan sesuai dengan kewajiban, semua sudah sesuai. Kalau di bawah (distribusi) itu harus dikontrol," jelasnya.


Namun Bernard belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.


Ia mengaku sedang mempelajari apa yang disampaikan Lutfi perihal penyelundupan dan penimbunan minyak goreng.


Bernard menyarankan untuk menghubungi Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, guna mendapatkan keterangan lebih lanjut.


"Sementara keterangan minta ke pak Sahat dulu, ya. Pak Sahat saja yang jawab," ujarnya.


Namun hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapat respons dari Sahat. (*)