Notification

×

Lagi, Pesisir Pantai Panjang Bandar Lampung Tercemar Limbah Oli, Warga dan Nelayan Mengeluh

08 March 2022 | 21:42 WIB Last Updated 2022-03-08T14:42:15Z

Pesisir Pantai Panjang, Bandar Lampung, dicemari limbah oli, Selasa (8/3/2022). (Suaralampung.id)


Lampungonline, Bandar Lampung - Beredar video dan foto pencemaran air laut berupa cairan limbah oli di pesisir Pantai Panjang, Jalan Teluk Malaka, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Selasa (8/3/2022).


Dalam video berdurasi tujuh detik ini dilengkapi keterangan "Lagi lagi dan lagi pencemaran limbah oli pembuang dr kapal selalu terjadi..sedih buat para nelayan panjang selatan klu seperti ini.."


Ketua RT 09 Kampung Harapan, Panjang, Imam mengatakan, para nelayan dan warga di sepanjang Pantai Panjang mengeluh dengan adanya pencemaran air laut seperti limbah oli.


"Ini sudah tiga hari, pencemaran limbah sejenis oli diduga dari pembuangan limbah, kemungkinan dari kapal di tengah laut," ujarnya di lokasi, Selasa (8/3/2022).


Imam berharap pihak berwajib agar mengusut tuntas pelaku pembuang limbah yang mencemari air laut sepanjang pesisir pantai Panjang itu.


Di kampung Harapan dan Rawa Laut  ada empat RT yang terdampak yaitu RT 08, RT 09, RT 011, dan RT 012  Lingkungan I.


Sementara di lingkungan II ada lima RT yang kena dampak yaitu RT 05, RT 09, RT 10, RT 011 dan RT 013.


"Kemarin penyu dan ikan pada mabuk karena limbah yang mencemari pantai," ujar Imam, dilansir Suaralampung.


Bilal (54) warga sekitar sekaligus nelayan mengeluhkan limbah sejenis oli mencemari pesisir pantai Panjang.


Menurut dia, pencemaran ini berdampak pada penghasilan para nelayan di sekitar pantai Teluk Harapan dan Rawa Laut, Panjang Selatan, Panjang, Kota Bandar Lampung. 


"Ini sudah tiga hari, parah. Saya ke laut saja harus jalan ke perahu sampai badan saya berlumuran limbah oli," ujarnya. 


Senada diungkapkan Edang, (55) warga RT 011 yang mengeluh adanya limbah oli yang mencemari di sepanjang Pantai Panjang.


"Tidak tahu sumber limbahnya dari mana, kemungkinan dari kapal, karena waktu pertama saya bangun pagi lihat pantai dan air hitam penuh limbah oli," jelas dia. (*)