| Konferensi Pers kasus Ketum PPWI Wison Lalengke. (Foto: Istimewa) |
Lampungonline, Lampung Timur - Polres Lampung Timur resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus perusakan papan bunga di depan mapolres setempat.
Satu tersanga Ketua Umum (Ketum) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, warga Jakarta Barat.
Penetapan tersangka tersebut turut menyeret dua warga Provinsi Lampung lainnya yaitu, Sunariyo warga Way Jepara, Lampung Timur dan Edi Suriadi warga Kemiling, Bandar Lampung.
"Ketiganya jadi tersangka, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam. Total ada 20 orang saksi yang sudah kami periksa," ujar Kapolres Lampung Timur, AKBP Zaky Alkazar saat menggelar Konferensi Pers di Mapores setempat, Senin (14/4/2022).
Penetapan tersangka terhadap ketiganya merupakan buntut aksi perusakan papan bunga ucapan apresiasi terhadap kepolisian, yang sebelumnya telah menangkap oknum wartawan terlibat tindak pidana pemerasan.
Oknum wartawan berinisial IN diduga memeras salah satu warga setempat, dengan permintaan sejumlah uang atas pemberitaan perselingkuhan.
"Wilson ini bersama rombongan mendatangi mapolres dan marah-marah, lalu merusak sejumlah papan ucapan dari tokoh adat, yang kemudian langsung dilaporkan," kata Zaky, dilansir IDNTimes.
Kapolres menjelaskan, sebelum terjadi perusakan papan bunga ucapan, Wilson memimpin rombongan menggelar aksi solidaritas insan pers oleh PPWI Lampung di depan Mapolres Lampung Timur.
Waktu itu, jumlah massa yang menggeruduk kantor kepolisian setempat berjumlah sekira 50 orang, dipimpin langsung Wilson Lalengke dan diduga mengintimidasi verbal ke anggota Humas Polres Lampung Timur.
"Niat awal mereka ini baik untuk mediasi dan mengklafirikasi berita yang dituduhkan kepada IN, dan mempertanyakan penangkapan diduga tidak sesuai prosedur. Tapi kami menyayangkan aksi ini justru digelar dengan sikap-sikap anarkis," tandas eks Kapolres Lampung Selatan tersebut.
Sementara Wilson Lalengke mengaku sangat menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada pihak kepolisian setempat.
Selain itu, ia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada tokoh adat di Kabupaten Lampung Timur.
"Saya sangat menyesal terhadap apa yang terjadi, jelas ini semua sangat tidak kita harapkan. Intinya adalah, semoga kita semua mengambil pelajaran dari peristiwa berharga ini," ujar Wilson. (*)