| Foto: Ilustrasi/Istimewa |
Lampungonline -- Harga kacang kedelai saat ini sedang mahal, sehingga dikeluhkan para perajin tahu dan tempe.
Padahal kedelai adalah bahan utama untuk pembuatan makanan khas Indonesia itu, yang difermentasi menggunakan jamur khusus.
Namun, naiknya harga kedelai memunculkan praktik kecurangan oleh oknum-oknum perajin tempe.
Mereka dengan tega mencampurkan bubur kertas dan kardus ke dalam adonan biji kedelai yang hendak difermentasi.
Praktik ini dibongkar dalam program salah satu televisi swasta, yang klipnya kini menjadi viral di media sosial.
Terlihat biji-biji kedelai yang siap difermentasi dicampur dengan serpihan-serpihan kertas dan kardus yang sudah direbus sampai hancur.
Salah satu yang mengunggah ulang video ini adalah akun Instagram @kepoin_trending.
Untuk video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Terlihat jelas proses pembuatan tempe oplosan tersebut, di mana bubur kertas atau kardus yang juga melalui sederet cara seperti biji kedelai.
"Kertas direbus hingga menjadi bubur. Bukan hanya kedelai, bubur kertas juga menjalani proses pencucian," ungkap narator program tersebut, seperti dilansir dari Suara.com pada Mingu (20/3/2022).
Usai dicuci dan ditiriskan, perajin lantas mencampurkan bubur kertas tersebut dengan kacang kedelai.
"Dicampur, biar agak banyakan dikit," ujarnya.
Kepada media yang meliputnya, sang perajin menilai tidak akan ada masalah bagi kesehatan, meski mencampurkan bubur kertas dengan kacang kedelai yang akan difermentasi menjadi tempe.
"Nggak apa-apa lah, kan udah mateng. Udah berjam-jam ini kertasnya (diproses), udah dicuci berkali-kali," katanya enteng.
Bahkan saat dikonfirmasi ulang lantaran kertas bukanlah bahan yang bisa dimakan, sang perajin masih bersikeras jika semuanya akan aman dan baik-baik saja.
Ia mengaku terpaksa melakukan ini karena harga kedelai yang sedang melambung tinggi.
"Ya gimana caranya aja, supaya kita bisa produksi terus," tuturnya sambil terlihat ahli mencampurkan kacang kedelai dengan bubur kertas.
Untuk menyamarkan rasa dan warnanya, perajin ternyata mengandalkan jamur fermentasinya.
"Nanti pakai ragi, jamurnya jadi putih semua," ujarnya.
Ketika campuran kacang kedelai dan bubur kertas itu dituang di cetakan, sekilas memang terlihat tidak ada perbedaan.
Warna kedua bahan baru bisa terlihat berbeda bila diperhatikan dengan detail.
Warganet jelas menjadi geram karena temuan ini. Seperti dipantau di kolom komentar, banyak yang mendesak agar oknum perajin tempe curang seperti ini segera diciduk pihak berwajib.
"Hah? Gimana konsepnya?" tanya @kepoin_trending yang mengunggah ulang konten tersebut.
"Mending lu mahalin aja dah tempe.. Ikhlas gua.. Daripada gitu.." tutur warganet.
"Trus nanti dibiarkan? kalo sudah tau orangnya langsung lapor polisi biar ditangkap," tegas warganet.
"Suruh dia makan sendiri," kritik warganet.
"Makin bertambah orang orang tidak punya hati....." timpal yang lain. (*)