Notification

×

Gawat, Solar di Lampung Masih Langka, Nelayan TPI Lempasing Menjerit

20 March 2022 | 05:04 WIB Last Updated 2022-03-19T22:04:59Z

Nelayan di TPI Lempasing (Foto: IDN Times)


Lampungonline, Bandar Lampung - Sudah lebih dari sepekan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di Lampung.


Antrean kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar terlihat di sejumlah SPBU di Lampung.


Selain membuat sopir kesal, kelangkaan solar ini juga dikeluhkan para nelayan, karena kapalnya pun menggunakan solar.


Mereka terpaksa membeli BBM jenis Dexlite yang harganya jauh lebih mahal.


Seperti para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung.


Akibat minimnya suplai solar tersebut, beberapa nelayan setempat terpaksa tidak melaut sementara waktu.


Andi, salah satu nelayan mengungkapkan, akibat langkanya solar, dia terpaksa harus beralih menggunakan BBM jenis Dexlite yang harganya lebih mahal, agar kapalnya tetap bisa berlayar mencari ikan di laut.


"Sejak seminggu lalu solar langka, terpaksa kami pakai Dexlite. Harganya jauh lebih mahal dibanding solar biasa, mau bagaimana lagi ketimbang tidak bekerja," ujarnya, Sabtu (19/3/2022).


Menurut Andi, karena mengganti jenis bahan bakar kapal, memengaruhi omzet tiap kali melaut, sebab harus membatasi mobilitas berlayar mencari ikan.


Selain itu, cuaca buruk seperti gelombang tinggi dan angin kencang kian melengkapi keluhanan para nelayan yang sulit mendapatkan tangkapan ikan. 


"Kalau biasa sekali berlayar bisa dapat 20 ton ikan, ini sekarang setengahnya saja udah syukur-syukur," kata Andi, dilansir IDNTimes.


Senada diungkapkan Leo Sukandi, nelayan di TPI setempat. Dia tidak mengetahui persis penyebab utama kelangkaan Solar dan berharap PT Pertamina segera mengatasi masalah ini.


"Jangankan di SPBN, kios-kios saja susah. Harapan kami suplai diperlancar agar para nelayan bisa kembali bekerja, karena penghasilanan kami harian," ujar Leo. (*)