| Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Lampung, Elvira Umihani (Foto: Istimewa) |
Lanpungonline, Bandar Lampung -- Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung telah mendistribusikan 345.600 liter minyak goreng 'timbunan' CV Sinar Laut.
"Namun, jumlah tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di Lampung, sehingga masih terjadi kelangkaan," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Lampung, Elvira Umihani, Rabu (0/3;2022).
Dijelaskan, distribusi 345.600 liter minyak goreng CV Sinar Laut sebanyak 1.000 dus atau 12.000 liter, dibagikan melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog yang memiliki 300 gerai di seluruh pasar tradisional di Lampung, serta lewat pasar murah pemda.
Sisanya, dibagikan melalui distributor ke toko, retail dan pasar.
Elvira mengatakan, kebutuhan minyak goreng di Lampung sekitar 600 ribu liter per hari. Saat ini kebutuhan tersebut terpenuhi.
"Insha Allah minggu depan ada tambahan dua juta liter dari DMO (domestic market obligation) sebesar 20 persen dari Sinar Mas," ungkapnya, dilansir Rmollampung.
Kemendag akan mengirimkan dua juta liter minyak goreng curah per pekan melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
Sebanyak 200 ribu liter atau 200 ton minyak goreng curah akan didistribusikan ke masyarakat.
"Sisanya sekitar 1.800.000 liter atau 1.800 ton didistribusikan melalui berbagai perusahaan minyak goreng di Lampung, untuk dikemas di PT Tunas Baru Lampung, Domus Jaya, PT Asia Menara Perkasa dan CV Sinar Laut," urai Elvira.
Diharapkan dengan kebijakan ini, perusahaan produsen minyak goreng di Lampung dapat terus beroperasi, sehingga tidak perlu ada PHK.
Minyak goreng tersebut akan digunakan untuk kepentingan masyarakat Lampung dan akan diawasi pendistribusian agar tidak keluar dari Lampung.
"Yang paling penting, harus sesuai HET penjualannya yaitu Rp14.000 per liter dan minyak curah Rp11.500," tegas Elvira. (*)