Notification

×

Arinal Sebut Patih Gajah Mada Pernah ke Tanggamus dan Pesisir Barat, Majelis Adat: Gubernur Jangan Melindur

16 March 2022 | 08:38 WIB Last Updated 2022-03-16T01:38:49Z

Layar tangkap live video penyerahan tanah dan air oleh Gubernur Lampung di IKN Nusantara.(YouTube Biro Setpres)


Lampungonline, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan mengambil tanah dari Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat untuk disumbangkan ke IKN.


Alasannya, karena Patih Gajah Mada sering lewat di Tanggamus dan Pesisir Barat.


Arinal mengatakan, untuk mempersatukan Indonesia, Patih Gajah Mada sering melintas dari Nusa Tenggara, Jawa ke Sumatera.


Hal itu diungkapkan Arinal dalam keterangan tertulisnya, usai prosesi penyatuan tanah dan air di titik nol Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Presiden Jokowi, beberapa Menteri dan 34 Gubernur lainnya di Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022).


Namun pernyataan Arinal tersebut dipertanyakan kebenaran sejarahnya.


Dewan Pakar Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Nizwar Affandi mempertanyakan bukti sejarah yang secara historiografi dapat dipertanggungjawabkan tentang hal itu.


"Apakah ada dalam catatan kulit kayu atau hikayat lisan sejak masa lampau bahwa Majapahit dan atau Gajah Mada memang pernah berkuasa atau setidaknya meninggalkan jejak di Bumi Lampung?," kata dia, Selasa (15/3/2022).


Menurut Ketua Ormas MKGR Lampung Periode 2016-2021 ini, dibandingkan dengan Gajah Mada, relasi Lampung dengan Sriwijaya masih dapat diterima. 


Di mana, buktinya relatif cukup banyak tersebar dan penanda peradabannya seperti bahasa, busana, dan budaya yang masih terlihat kedekatannya. 


"Tetapi Majapahit dan Gajah Mada? Sebagai seorang gubernur, tentu tidak pada tempatnya mempercayai fiksi atau cerita imajinatif, jadi ingat kejadian Menteri Agama yg menggali situs Batu Tulis 20 tahun yang lalu," sambung Affan, sapaannya, dilansir Rmollampung.


Menurutnya, tidak patut seorang gubernur menyampaikan atau bersandar pada cerita konon katanya. Penyampaiannya ke publik, haruslah disertai data atau catatan sejarah. 


Padahal, lanjut Pengamat Kebijakan Publik ini, Arinal bisa melakukan hal yang sama seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menghimpun dari seluruh wilayah administratif yang ada di Lampung jika tidak ingin terlalu repot harus merepresentasikan seluruh kebumian adat dan marga di Lampung yang begitu banyak. 


“Gubernur jangan melindur, cara berpikirnya mesti jadi contoh, tidak begitu saja percaya pada cerita fiksi dan bersandar pada imajinasi," ujar Affan.  (*)