Notification

×

Kasus Covid-19 Melesat, Pemprov Lampung Gelar Operasi Pasar Timbulkan Kerumunan

12 February 2022 | 20:37 WIB Last Updated 2022-02-12T13:37:49Z

Ratusan warga mendatangi Operasi Pasar Bahan Pokok yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (IDN Times)


Lampungonline, Bandar Lampung -- Ironis. Di saat kasus Covid-19 di Lampung terus melesat, pemerintah provinsi (Pemprov) setempat justru menggelar Operasi Pasar di Teluk Betung, sehingga menimbulkan kerumunan warga.


Terlihat ratusan warga mendatangi Operasi Pasar Bahan Pokok yang digelar di Pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (12/2/2022).


Mirisnya, kegiatan itu juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang berkunjung ke Lampung.


Dari pantauan di lokasi pelaksanaan Operasi Pasar Bahan Pokok tersebut, terlihat ratusan warga mengantre secara berdesak-desakan, tanpa mengindahkan protokol kesehatan (Prokes).


Mereka umumnya datang untuk membeli sembako dengan harga murah, termasuk minyak goreng yang kini terbilang langka dan dipatok dengan harga Rp14 ribu per liter.


Para petugas keamanan yang terdiri dari personel Polri, Satpol PP, dan Tim Satgas Penanganan Covid-19, nampak kewalahan mengatasi kerumunan warga.


“Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu tertib. Insha Allah semuanya bisa kebagian sembako, termasuk minyak. Tolong antrean yang benar, jangan desak-desakan, jaga jarak,” ujar salah satu panitia pelaksana melalui alat pengeras suara.


Salah satu warga sekitar pasar, Ika, mengaku mengantre sejak pukul 10.00 WIB.


Menurutnya, momentum ini sangat dinantikan untuk mendapat bahan pokok, khususnya minyak goreng yang langka dan harga relatif mahal di pasaran.


“Tadi saya sempat beli beras sama minyak goreng kemasan, per liternya tadi Rp 14 ribu. Satu orang dijatah dua liter,” ujar Ika, dilansir IDNTimes.


Dia mengaku harga minyak goreng kemasan ataupun curah di pasaran saat ini masih sangat tinggi, di kisaran harga Rp14 ribu hingga Rp 20 ribu.


“Kalau saya minyak ini yang penting. Stok di rumah sedang tidak ada. Di mana-mana juga masih susah,” tutur Ika.


Dalam Operasi Pasar kali ini, Pemprov Lampung melalui Disperindag Provinsi menggandeng PT Tunas Baru Lampung Tbk, perusahaan milik Sungai Budi Grup.


Salah satu panitia pelaksana yang merupakan karyawan PT Tunas Baru Lampung, Jauhari menyebut, pihaknya menyediakan berbagai bahan pokok mulai dari minyak goreng kemasan, tepung, gula kemasan, sagu tapioka, tepung beras, tepung ketan, dan lain-lain.


“Khusus untuk minyak goreng, kami akan menyalurkan 5.000 liter. Satu orang diperuntukan mendapat dua liter dengan harga Rp 14 ribu per liternya,” kata dia.


Jauhari menambahkan, setiap warga yang hendak membeli sembako, tidak dimintai syarat apapun, seperti halnya fotocopy KTP atau kartu tanda pengenal lainnya.


Panitia akan memberikan tanda khusus di tangan pembeli yang sudah melakukan transaksi.


“Tidak diminta KTP atau lain-lainnya. Takut malah jadi lama, antrean jadi panjang. Jadi kami coret saja tangan tiap pembeli dengan spidol permanen. Khusus minyak goreng, satu orang dijatah dua liter atau satu kemasan,” ungkap Jauhari. (*)