![]() |
| Para tokoh perwakilan lintas agama yang hadir (foto: ruslan) |
LAMPUNGONLINE.CO.ID - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung menggelar doa dan tasyakuran atas terlaksananya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang aman damai dan sejuk, , Jumat (24/5/2019).
Kegiatan ini dikemas buka puasa bersama jajaran forkopimda di Lampung, para tokoh lintas agama dan aparat keamanan.
Hadir Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Wakapolda Lampung Kombes Rudi Setiawan, Ketua MUI Lampung KH Khairudin Tahmid, para toloh perwakilan dari lintas agama dan tamu undangan.
Ketua Tanfidzyiyah PWNU Lampung, KH Mohammad Mukri, mengungkapkan undangan agenda kegiatan buka puasa Ramadhan 1440 Hijriah.
Di dalamnya ada doa bersama, sebagai wujud syukur atas terselenggaranya Pemilu 2019 dengan tertib.
"Bangsa Indonesia telah melewati masa-masa cukup kritis yang sangat krusial. Oleh karena itu, kita berkomitmen untuk menjaga keberagaman, menjaga kesatuan dan kebersamaan kita," kata Mukri, yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung itu, di rumah dinasnya.
Menurut dia, dengan mengajak buka puasa bersama merupakan salah satu cara untuk meredakan suasana tegang masyarakat, yang sempat terpecah belah oleh perbedaan, sehingga disatukan kembali dalam kegiatan keagamaan.
"Kita maklum, proses pembelajaran yang saya kira tidak mudah, tidak sederhana. Ibarat melahirkan, kita mau melahirkan seorang anak yang membawa kebahagiaan, tentu ada sakitnya. Demikian juga dengan berdemokrasi yang masa seperti ini, belum ada yang sempurna," jelas Mukri.
Menurut Mukri, Indonesia menjadi contoh dunia soal pemilu, karena bisa menyelengarakan peralihan kekuasaan dari satu penguasa ke penguasa lainnya dengan cara demokratis.
"Banyak pengamat dan para ahli menilai bahwa Lampung menjadi salah satu provinsi terbaik dalam penyelengaraan pemilu, yang berjalan dengan aman damai," ujarnya.
Dengan begitu, PWNU Lampung mengajak masyarakat untuk menahan diri dalam menyikapi hasil Pemilu 2019 dan turut berkontribusi dengan tertib, agar kondisi kurang baik di provinsi lain tidak terjadi di Bumi Ruwa Jurai ini.
"Saya sebagai ketua PWNU tentu mengharapkan semua pihak bisa menahan diri untuk segera redanya suasana. Kita kembali pada kehidupan normal untuk membangun bangsa Indonesia tercinta," imbau Mukri. (lan)
