Notification

×

BW Sebut Rezim Korup di MK, Jokowi Tanggapi soal Institusi, Bukan Rezimnya

26 May 2019 | 22:36 WIB Last Updated 2019-06-02T00:05:07Z
Joko Widodo (Jokowi) | ist

LAMPUNGONLINE - Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW) menyebut rezim korup, saat mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru menanggapi soal  institusinya, bukan rezimnya.

Dia mengatakan, sebaiknya tidak ada pernyataan yang bernada merendahkan suatu institusi, karena itu perbuatan yang tidak baik.

"Jangan senang merendahkan sebuah institusi, saya kira tidak baik," kata Jokowi, usai menghadiri buka puasa bersama dengan Hipmi di The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2019).

Menurut dia, sebaiknya semua pihak percaya terhadap sebuah institusi, terlebih institusi negara. Jokowi tak mau ada lembaga negara yang direndahkan.

"Apapun lembaga dibentuk oleh ketatanegaraan kita agar memiliki sebuah trust dari publik, jangan sampai direndahkan dilecehkan seperti itu pada siapapun," ujar Jokowi, dilansir detikcom.

Sebelumnya, BW berharap MK tidak menjadi bagian dari rezim korup.

BW bersama tim hukum Prabowo-Sandi menggugat hasil Pilpres karena dinilai ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

"Mudah-mudahan Mahkamah Konstitusi bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting, di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak dari kekuasaan, dan bukan justru menjadi bagian dari satu sikap rezim yang korup," kata BW di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). (*)