Notification

×

Aksi 22 Mei Sikapi Pemilu, Hendropriyono Sebut Kudeta Sipil?

20 May 2019 | 00:05 WIB Last Updated 2019-05-19T19:38:28Z
AM Hendropriyono (berpeci) | istimewa

LAMPUNGONLINE.CO.ID - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono mengatakan tidak ada kudeta sipil yang berhasil dalam sejarah.

Hal ini terkait dengan wacana people power pada 22 Mei 2019 mendatang menyikapi hasil Pemilu 2019.

Hendro mengatakan kudeta sipil tak pernah berhasil tanpa ada dukungan dari TNI dan Polri.

"Saya ingatkan, tidak ada kudeta sipil yang berhasil di dalam sejarah karena TNI  dan Polri tidak di belakang," kata Hendropriyono di Gedung Djoeang, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya, TNI dan Polri sampai saat ini tetap pada sumpahnya setia pada pada pemerintah serta tunduk pada undang-undang dan ideologi negara.

Hendropriyono mengatakan prajurit juga tunduk pada hukum dan taat pada atasan.

"Tunduk setia pada atasan, jangan mau diajak-ajak yang bukan atasanya. Atasan orang lain dia ikutin. Itu tidak ada," kata dia, dilansir CNN Indonesia .

Hendropriyono mengajak seluruh rakyat Indonesia tidak turun ke jalan pada 22 Mei mendatang.

Berbeda dengan elite-elite yang bisa mudah pergi ke luar negeri saat terjadi kerusuhan, rakyat akan menderita jika terjadi konflik sosial.

"Jangan mau ditipu menjadi korban dari para elite yang enak-enak pergi ke luar negeri, kabur. Terus nanti balik lagi pada saat-saat yang tetap aman-aman," kata Hendropriyono.

Wacana people power mengemuka digelar pada 21 dan 22 Mei di KPU dan Bawaslu.

Namun pihak yang menginisiasi people power ini mengatakan apa yang akan digelar sesuai dengan konstitusi, sebagai salah satu menyuarakan aspirasi politik warga negara.

Mereka yang mengajak people power juga menegaskan gerakan tersebut bukan tindakan makar.

Belakangan gerakan people power ini diganti dengan istilah Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR). (*)