Notification

×

Badak Lampung FC Tahan Imbang PSS Sleman, Transisi Jadi PR

28 April 2019 | 22:59 WIB Last Updated 2019-04-28T15:59:03Z
(foto: istimewa)

LAMPUNGONLINE.CO.ID - Perubahan permainan dari bertahan ke menyerang dianggap masih belum berjalan dengan baik.

Meski mendapatkan hasil cukup bagus ketika bermain imbang tanpa gol melawan tim promosi Liga 1, PSS Sleman, di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (27/4/2019) malam,Badak Lampung FC (BLFC) masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah.

Duel melawan PSS menjadi laga uji coba kedua BLFC menghadapi tim yang berkompetisi di satu level. Sebelumnya, BLFC menelan kekalahan tipis 1-0 dari Barito Putera.

Pada pertandingan melawan PSS, BLFC mampu memberikan perlawanan berarti.

Mereka terlebih dulu memberikan ancaman di awal laga, tapi tidak berhasil diselesaikan dengan baik. Selepas laga berjalan setengah jam, PSS mulai menguasai permainan.

Pelatih Jan Saragih menilai anak asuhnya masih belum bisa menjaga konsistensi permainan dengan baik. Situasi ini tidak berbeda jauh dibandingkan ketika dikalahkan Barito Putera.

“Penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah buat kami. Konsistensi bermain juga harus ditingkatkan. Kami perlu memperbaiki tansisi dari bertahan ke menyerang agar lebih baik,” kata Jan, dilansir Goal.

Kecewa

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantara, memberikan sorotan terkait laga uji coba antara timnya menghadapi Badak Lampung FC.

Dalam laga uji coba itu, PSS Sleman harus puas bermain imbang 0-0 melawan Badak Lampung FC meski bermain di hadapan puluhan ribu suporter fanatiknya.

Hasil ini pun membuat pelatih, Seto Nurdiantara, kecewa dan memberikan sorotan tajam terkait penampilan kurang memuaskan yang ditunjukan oleh pemain skuat Elang Jawa sepanjang laga.

Laga uji coba ini menjadi yang pertama bagi PSS seusai mereka tersingkir di Piala Presiden 2019. Sehingga, laga ini dianggap penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan skuat Elang Jawa menyambut Liga 1 2019.

Dikutip BolaSport.com dari laman resmi klub, Minggu (28/4/2019), Seto mengatakan PSS bermain dalam kondisi di bawah penampilan yang seharusnya.

Menurutnya, para pemain tidak mengeluarkan permainan cepat, mobilitas tinggi dalam pergerakan seperti hal yang mereka lakukan pada umumnya.

Seto menyebut, anak asuhnya lebih banyak melakukan kesalahan-kesalah fatal seperti salah umpan dan komunikasi tidak berjalan rapi.

"Secara teknis tidak masalah, saya lebih melihat pada greget sejak awal laga," ujar Seto. (*)