![]() |
| Bahlil Lahadalia (foto: istimewa) |
LAMPUNGONLINE.CO.ID - Tidak semua orang kaya hidup bergelimang harta dari lahir. Beberapa di antaranya harus melalui perjuangan yang keras, from zero to hero.
Seperti kisah pengusaha sukses sekaligus Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2015-2018, Bahlil Lahadalia.
Saat menjadi pembicara di Milenial Fest, pria dari Papua ini bercerita kalau kesuksesannya sekarang tak mudah didapatkan.
Dulu ia berasal dari keluarga tidak mampu dengan orangtua bekerja sebagai buruh cuci dan bangunan.
Tidak hanya itu, Bahlil juga pernah mengalami masa kecil yang sulit dengan berjualan kue ketika duduk di bangku sekolah.
Ia juga menjalani pekerjaan menjadi supir angkot mulai SMA sampai mahasiswa.
Bahlil bahkan mengatakan kalau ia pernah menderita busung lapar ketika kuliah.
Lelah dengan hidup miskin, Bahlil pun termotivasi untuk bangkit demi mengubah jalan hidupnya.
"Saya pengusaha by nasib. Dulu waktu SMP jualan kue, pernah jadi kondektur angkot sampai mahasiswa saya supir angkot. Perjuangan itu saya lakukan dari kecil. Saya sudah capek miskin, terus ketika semester 7 saya berpikir bahwa penderitaan ini harus berakhir. Akhirnya saya mencoba menjadi pengusaha," tutur Bahlil, dilansir CNBC Indonesia, Kamis (1/11/2018).
Sebelum menjadi pengusaha sukses seperti sekarang, pria 42 tahun itu pernah bekerja menjadi karyawan bank selama enam bulan. Kemudian ia berhenti dan memutuskan untuk bekerja di tempat lain.
Bahlil berhasil bekerja di perusahaan konsultan keuangan dan menghasilkan profit hingga miliaran rupiah. Tak heran ketika menginjak usia 25 tahun, Bahlil bisa mendapatkan gaji Rp35 juta sebulan.
Belum cukup puas dengan gaji tersebut, Bahlil memilih resign dan ingin membangun perusahaan sendiri. Teman-temannya sempat heran karena keputusannya kala itu.
"Saya mengundurkan diri saya bangun perusahaan sendiri dan mengalami jatuh-bangun. Pernah membuat perusahaan tanpa ada kantor, saya sebutnya sekretariat berjalan. Saya ketik di rental komputer, kirim surat dengan cap, sampai akhirnya bisa kayak sekarang," cerita Bahlil lagi.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu kini sudah merasak hasil kerja kerasnya berbisnis. Perusahaan yang dirintisnya, PT. Rifa Capital telah memiliki holding dari sepuluh perusahaan.
Pria lulusan Sekolah Tinggi Ekonomi Port Numbay Jayapura itu juga memiliki banyak jenis usaha, mulai dari sektor perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, dan konstruksi. (gus/gus)
![]() |
| Bahlil Lahadalia (foto: istimewa) |
Ingin Kaya Raya? Jangan Jadi PNS!
Banyak milenial yang setelah kuliah bermimpi menjadi pengusaha. Namun sebagian dari mereka lebih tertarik menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Semua tergantung impian masing-masing individu.
Jika ingin kaya, pengusaha mengingatkan agar tidak memiliki mental menjadi karyawan. Seperti disarankan oleh pengusaha sukses Bahlil Lahadahlia.
"Kalau mau kaya mentalnya jangan jadi karyawan, jadi pengusaha. Lowongan PNS saja sampai rebutan. Kita lihat ya gaji tertinggi pegawai BUMN berapa sih? Rp100 juta? Gaji pegawai PNS berapa, paling juga puluhan juta. Kalau pengusana uang Rp10 juta cuma buat dipakai minum kopi dua hari," papar Bahlil saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.
Ketua Umum HIPMI itu menambahkan, untuk bisa menjadi entrepreneur yang sukses maka diperlukan kerja keras dan kecerdasan dalam membangun bisnis. Selain itu, pintar mencari jaringan pertemanan agar bisnis bisa berkelanjutan.
Pria asal Papua itu juga menekankan untuk terus berinovasi serta konsisten. Terakhir yang terpenting jangan pernah menyerah. Seperti dirinya yang berasal dari keluarga tak mampu, pernah menjadi supir angkot, hingga kini mempunyai banyak perusahaan.
"Jadi kalau berpikir jangan sempit, harus melakukan hal besar, risiko besar, Seuatu yang besar itu harus dilalui dengan proses perjuangan yang besar. Saya mulai dari nol dan saya harus putus urat malu. Kalau malu itu buat saya curi barang orang. Jadi jangan pernah takut gagal," tambah Bahlil. (*)

