![]() |
| (foto: ilustrasi/ist) |
LAMPUNGONLINE.CO.ID - Pada Oktober 2018, ekspor kopi instan Provinsi Lampung mencapai 36,9 ton dengan nilai 334.082 dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah tersebut naik bila dibandingkan bulan sebelumnya.
"Jumlah itu naik bila dibandingkan September 2018, dengan volume 34,8 ton senilai 312.698 dolar AS," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Lampung, Ferynia, Kamis (8/11/2018).
Ekspor kopi instan atau dalam kemasan asal Lampung terus berlangsung, meski tidak sebanyak ekspor biji kopi.
"Sejumlah negara di kawasan Asean seperti Singapura, Malaysia bahkan Vietnam menjadi tempat tujuan ekspor kopi instan Lampung," jelas Ferynia.
Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air dan biji kopinya diekspor ke sejumlah negara di dunia.
"Berdasarkan data produksi biji kopi Lampung di atas 100 ribu ton per tahun," ujarnya, dilansir Republika.
Sementara itu, harga komoditas kopi bubuk atau kemasan di Kota Bandar Lampung masih stabil atau masih sama dibandingkan minggu lalu.
Berdasarakan pantauan di Pasar Tamin, Bandar Lampung, menunjukkan harga kopi bubuk jenis robusta masih bertahan dikisaran Rp 12 ribu per 250 gram.
"Kalau harga kopi bubuk disini dibandingkan dengan minggu lalu sih masih sama saja," kata Warni, salah satu pedagang kopi bubuk di Pasar Tamin.
Ia menyebutkan bahwa pasokan biji kopi di dapat dari Tanggamus dan juga dari Lampung Barat.
Konsumen, lanjut dia, biasanya dari kalangan rumah tangga. Selain harganya murah, kualitas dari kopi Lampung bagus karena berasal dari kopi petik merah dan pengeringannya juga cukup lama. (*)
