Notification

×

Tali Pengikat Putus, Pelajar Panjat Tiang Bendera 23 Meter, Ini Sosoknya

17 August 2018 | 18:52 WIB Last Updated 2018-08-19T16:26:02Z
(foto: screenshoot video)

LAMPUNGONLINE.CO.ID - Aksi heroik seorang siswa SMP yang memanjat tiang bendera saat upacara peringatan HUT ke-73 RI jadi viral di media sosial, Jum'at (17/8/2018).

Bocah bernama Joni Kala itu memanjat tiang bendera karena talinya putus.

Dari video yang beredar, terlihat Joni memanjat tiang yang cukup tinggi. Dia memanjat dengan cekatan di saat peserta upacara masih berbaris rapi.

Kepala Desa Silawan Ferdi Mones mengatakan upacara itu digelar pada pagi tadi. Upacara itu digelar di tingkat Kabupaten Belu. Tali terputus saat pengibar bendera hendak mengerek bendera.

"Pertama, bendera itu akan dikibarkan Paskibra. Sudah diikat talinya semua, saat Paskibra akan menarik bendera untuk dikibarkan, tali yang ada di ujung bendera itu putus. Sehingga tali itu langsung tersangkut di ujung tiang," kata Ferdi.

Setelah itu, secara spontan, Joni, yang merupakan peserta upacara, maju dan langsung memanjat tiang bendera.

Tonton: VIRAL..!!! Tali Pengikat Putus, Pelajar SMP Panjat Tiang Bendera Setinggi 23 Meter

Ia merupakan siswa SMPN Silawan, Kabupaten Belu. Daerah ini merupakan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.

Aksi Joni Kala yang memanjat tiang bendera untuk membenarkan tali putus mendapatkan pujian dari banyak pihak.

Aksi heroik siswa SMP di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu pun langsung jadi viral di media sosial karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73.

Ferdi Mones, mengatakan tali itu putus saat petugas pengibar bendera hendak mengerek Sang Merah Putih. Tali itu kemudian tersangkut di ujung tiang bendera.

"Kemudian dari situ, Pak Camat memerintahkan cameraman untuk mencarikan seorang anak untuk memanjat tiang bendera. Kemudian si Joni ini kebetulan ada di situ. Kemudian dia panjat tiang itu. Setelah itu, dia turunkan tali bendera itu untuk disangkutkan lagi di bendera itu," urai dia.

Joni merupakan anggota kor alias paduan suara. Joni secara spontan mengambil inisiatif memanjat tiang bendera tersebut.

Ferdi mengatakan semua warga perbatasan RI-Timor Leste memang pandai memanjat.

"Semua orang yang ada di perbatasan memang pandai memanjat. Kebetulan dia secara spontan maju ke depan untuk memanjat," tuturnya.

Joni Belu dipanggil Wabup Belu usai upacaraJoni Belu dipanggil Wabup Belu seusai upacara. (Foto: Dok. Kades Silawan)

Joni lalu memanjat tiang setinggi 23 meter dengan cepat. Setelah mendapatkan tali yang tersangkut di ujung tiang, Joni juga turun dengan cepat.

Tali itu kemudian kembali dipasangkan ke bendera yang masih dibentangkan petugas untuk siap dinaikkan.

Upacara tersebut dipimpin Wakil Bupati Belu JT Ose Luan. Ferdi mengatakan ada seribuan orang yang mengikuti upacara tersebut yang berasal dari TNI-Polri, pemerintah daerah, perangkat desa, hingga anak sekolah dan masyarakat.

Ferdi mengaku sangat bangga terhadap Joni, yang juga merupakan warga Desa Silawan. Joni bersekolah di SMPN Silawan, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Dia juga memuji peserta upacara yang tetap khidmat dan tertib mengikuti prosesi upacara peringatan HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu.

"Pertama, kita bangga. Kita sebagai pemerintah bangga bahwa rasa nasionalisme itu memang ada dan tertanam di masyarakat perbatasan RI-RTL (Republik Timor Leste), khususnya di Desa Silawan ini," ucap Ferdi.

Video Joni memanjat jadi viral di medsos. Banyak pihak yang bangga atas aksi heroik bocah kelas VII SMP itu. Setelah memanjat tiang bendera, Joni pun diberi hadiah dari berbagai pihak.

"Pertama, kebetulan yang hadir saat itu dari Kementerian Luar Negeri, setelah upacara mereka berikan hadiah kepada Joni. Kemudian pada hari Senin, Joni diminta datang ke kantor Bapak Wakil Bupati untuk diberi hadiah. Kemudian dari Pak Kapolres juga akan beri hadiah," tutur Ferdi. (*)