Notification

×

Sehari, GAK Meletus 576 Kali, BNPB: Momentum Bangun Pariwisata-Edukasi

19 August 2018 | 23:10 WIB Last Updated 2018-08-19T16:26:00Z
Foto: letusan Gunung Anak Krakatau (dok. BNPB)

LAMPUNGONLINE.CO.ID - Lagi, Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di Selat Sunda Provinsi Lampung meletus. Pada Sabtu (18/8/2018), tercatat Gunung Anak Krakatau meletus 576 kali.

Peristiwa meletusnya Gunung Anak Krakatau ini menjadi momentum untuk membangun pariwisata dan edukasi tentang gunung api.

Sebab gunung ini terus bertambah tinggi dengan rata-rata 4 hingga 6 meter per tahun setiap kali meletus.

"Justru sesungguhnya ini adalah peluang untuk wisata dan edukasi gunung api. Tidak semua negara memiliki gunung api. Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. 13 persen gunung api aktif di dunia ada di Indonesia," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Minggu (19/8/2018).

"Tinggal bagaimana kita menyikapi dan harmoni dengan alamnya. Selalu ada berkah dibalik bahaya yang mengancam, selama kita mengenali dan berada di tempat yang aman. Kita bisa mengemas paket wisata letusan Gunung Anak Krakatau sekarang. Apalagi legenda letusan Gunung Krakatau begitu mendunia," tambah dia.

Sutopo menghimbau agar masyarakat tak perlu khawatir dan selalu waspada. Sebab petugas terkait terus melakukan langkah antisipasi.

"Masyarakat diimbau tetap tenang. BPBD Provinsi Banten, BPBD Provinsi Lampung, PVMBG dan BKSDA telah melakukan langkah antisipasi. Yang penting masyarakat mematuhi rekomendasi tidak melakukan aktivitas di dalam radius dua kilometer dari puncak kawah. Di luar itu aman," jelas Sutopo, dilansir Detik.

Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau erupsi sebanyak 576 selama sehari pada Sabtu. Tinggi letusan bervariasi 100 meter hingga 500 meter dari puncak kawah.

"Amplitudo dan durasi letusan Gunung Anak Krakatau bervariasi. Sutopo menambahkan letusan itu mengakibatkan lontaran abu vulkanik dan pasir," jelas Sutopo.

Selama 24 jam dari pukul 00.00-24.00 WIB pada Sabtu, Gunung Anak Krakatau meletus 576 kali kejadian dengan amplitudo 23-44 mm, dan durasi letusan 19-255 detik.

Letusan disertai lontaran abu vulkanik, pasir, lontaran batu pijar, dan suara dentuman.

Secara visual pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar. Hembusan berlangsung 80 kali kejadian, amplitudo 5-30 mm dengan durasi 10-80 detik.

Dia menambahkan, kepulan abu terlihat membubung ke angkasa hingga mencapai ± 500 m di atas puncak. Meski begitu, Sutopo mengatakan letusan ini tidak memiliki dampak merusak.

"Meskipun terjadi letusan sebanyak 576 kali, namun tidak ada letusan yang besar yang menimbulkan dampak merusak. Letusan yang terjadi hanya kecil namun beruntun. Letusan tidak berpengaruh pada jalur penerbangan dan jalur pelayaran di Selat Sunda," terang Sutopo.

Dia mengatakan tak ada peningkatan status gunung api. Meski terpantau mengalami sejumlah peningktan aktivitas letusan, situasi ini tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer. (*)