Notification

×

BPS: Metode Hitung Angka Kemiskinan dari Jaman Soeharto Sama

10 August 2018 | 18:37 WIB Last Updated 2018-08-10T11:37:08Z
Suhariyanto (ist)

LAMPUNGONLINE.CO.ID -
Penghitungan angka kemiskinan di Indonesia sejak 1976 hingga saat ini masih menggunakan metodologi yang sama.

"Metodologi penghitungan angka kemiskinan di Indonesia dengan basic needs approach atau berdasarkan kebutuhan dasar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di Jakarta, Jumat (10/8/2018). 

Dia mengatakan, metode kebutuhan dasar masyarakat ini pun mengacu pada handsbooks poverty inequality yang diterbitkan oleh Bank Dunia.

"Jadi metodologinya sama sejak 1976 sampai sekarang. Siapapun presidennya tidak pernah berubah," kata Suhariyanto, dilansir detikcom.

Dia menjelaskan, angka kemiskinan per Maret 2018 sebesar 25,95 juta orang atau persentasenya 9,82% dari total penduduk Indonesia.

Angka ini menjadi yang paling rendah sepanjang sejarah tanah air berdiri.

Untuk meluruskan perdebatan tentang angka kemiskinan, pria yang akrab disapa Kecuk ini pun mengaku sudah melakukan banyak hal.

Mulai dari menjelaskan metodologi yang digunakan BPS, hingga menugaskan para pegawainya mengisi forum seminar untuk menerangkan angka kemiskinan dari hasil survei yang dilakukan.

"Saya juga sering muncul di mana-mana menjelaskan, mengklarifikasi apa yang dimaksud metode kebutuhan dasar. Tentunya ke depan sosialisasi itu perlu digencarkan," ungkap Suhariyanto. (*)