Notification

×

Viral, Motor Bonceng Tiga Distop Polisi, Ternyata Satunya Mayat!

24 July 2018 | 14:51 WIB Last Updated 2018-07-24T11:11:08Z
(foto: youtube)

LAMPUNGONLINE.CO.ID - Sebuah video yang memperlihatkan anggota Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi menghentikan pengendara motor baru-baru ini menjadi viral di media sosial.

Terlihat dalam video, personel kepolisian yang tengah berpatroli menggunakan mobil memberhentikan pengendara sepeda motor yang tengah melintas di jalanan yang sepi.

Polisi menghentikan pengendara tersebut karena berbonceng tiga. Namun yang menjadi sorotan warganet adalah bahwa satu dari tiga orang tersebut ternyata seorang mayat.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/7/2018) sekira pukul 11.00 WIB, di ruas Jalan Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai Tanjung Jabung Timur.

Saat itu, empat orang anggota Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur, yaitu Brigadir Candra, Brigadir Ari Safrizal, Bripka Andi dan Bripka Memet, sedang melaksanakan patroli sektoral.

Saat patroli rutin itu menjumpai pengendara sepeda motor berbonceng tiga melaju dengan kecepatan tinggi mendahului mobil petugas.

Tonton videonya di sini, klik> https://www.youtube.com/watch?v=VybCJ2K9G-g

Tak lama kemudian, pengendara sepeda motor itu berhenti.

Ketika dia ditanya, ternyata pengendara motor tersebut sedang membawa laki-laki paruh baya yang telah meninggal dunia dalam perjalanan pulang ke rumah.

Innnalilahi, bapak kenapa enggap setop kami saja tadi? Kami bantu langsung. Tadi mau kami salip. Ya, kami bantu. Kami bantu,” kata seorang petugas, dilansir Tribunnews.com, Selasa (24/7/2018).

Dengan sigap, anggota Satlantas Tanjabtim memberikan pertolongan kepada keluarga yang berduka tersebut karena di sekitar tempat tersebut minim kendaraan yang melintas.

Kepala Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur, AKP Tesmirizal, saat dikonfirmasi menceritakan almarhum diketahui bernama H Madek.

Sejak beberapa hari terakhir berada di rumah keluarganya, di Desa Pematang Rahim, H Madek diketahui dalam kondisi sakit sesak napas.

Keluarga yang mengetahui hal tersebut, kemudian membawa pulang ke rumahnya di Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Keluarga mengantar lelaki itu tidak menggunakan mobil, melainkan menggunakan sepeda motor matic.

Saat dibawa pulang dengan dibonceng di sepeda motor, H Madek masih hidup. Ia menghembuskan nafas terakhir di perjalanan. (*)