![]() |
| Hendri A.H (ist) |
LAMPUNGONLINE.CO.ID - Selama tiga hari belakangan secara berturut-turut, Senin hingga Rabu (23-25/7/2018), sebagian wilayah di Provinsi Lampung mengalami pemadaman aliran listrik, terutama pada malam hari.
Pemadaman aliran listrik ini sempat dikeluhkan Sari (27), warga Sukarame Bandar Lampung.
"Mati listrik terus, tapi kalau konsumen telat bayar tagihan rekening listrik didenda," ujarnya kepada Lampungonline.co.id, Kamis (26/7/2018).
Senada disampaikan warga Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Anwar (47). Namun dia memaklumi karena pihak PLN sudah memberitahukan melalui fanspage akun facebook PLN Distribusi Lampung.
Dear Pelanggan,
Kami sampaikan bahwa beberapa hari lalu terjadi gangguan pada sejumlah pembangkit di Lampung sehingga pasokan mengalami kekurangan daya walaupun supply dari Sumatera Selatan sudah maksimal. Sehingga dengan terpaksa kami akan melaksanakan pengurangan beban dengan pemadaman bergilir malam ini (25/7/2018).
Kami mohon maaf atas terjadinya kembali ketidaknyamanan malam ini. Pelanggan PLN Distribusi Lampung dapat mengetahui informasi Pemadaman Bergilir melalui akun media sosial Facebook PLN Distribusi Lampung dan Instagram @plndislampung.
Demikian, mohon pengertian dan dukungan kerjasama Bapak dan Ibu stakeholder.
Terima kasih,
PLN DISTRIBUSI LAMPUNG
Sebelumnya, Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung Hendri A.H, menerangkan jika pemadaman listrik tersebut akibat gangguan penghantar di Gardu Induk Kotabumi.
"Sebagian wilayah di Provinsi Lampung, khususnya di ibukota provinsi yakni Bandar Lampung mengalami pemadaman (aliran listrik), akibat gangguan penghantar di Gardu Induk Kotabumi," ujar dia, Rabu (26/7/2018).
Dijelaskan, pemadaman aliran listrik yang berlangsung sejak Senin (23/7/2018), kini telah dilakukan penormalan secara bertahap, meskipun belum di seluruh wilayah yang terdampak padam.
"Sistem kelistrikan mulai kembali normal di sebagian wilayah di Lampung," kata Hendri.
Diuraikan, pemadaman tersebut disebabkan gangguan alam di penghantar 150KV antara Gardu Induk (GI) Kotabumi Adijaya, sehingga menyebabkan sistem kelistrikan Lampung kehilangan daya sebesar 355 MW.
"Pemadaman itu disebabkan karena gangguan penghantar 150 Kv yang berdampak pada kerusakan beberapa pembangkit yang ada di Lampung," ungkap Hendri.
Oleh karena itu, PLN melakukan pemadaman bergilir untuk meminimalkan pemadaman, karena sedang dilakukan perbaikan di sisi pembangkit.
Atas nama manajemen PLN Distribusi Lampung, pihaknay memohon maaf dengan ketidaknyamanan ini kepadaa konsumen.
"Semoga pekerjaan berjalan tanpa hambatan dan tentunya petugas kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pekerjaan dapat selesai secepatnya," harap Hendri. (*/fik)
