Notification

×

Demo Pilgub, DPRD Metro Siap Tindaklanjuti Tuntutan Massa

12 July 2018 | 16:30 WIB Last Updated 2018-08-20T04:51:01Z
(foto: istimewa)

LAMPUNGONLINE.CO.ID, METRO – Massa yang mengatasnamakan Masyarakat Metro Peduli Pilgub Lampung 2018 mendatangi Kantor KPU, Panwaslu, dan DPRD Kota Metro, Kamis (12/7/2018).

Mereka menolak dilantiknya pasangan calon nomor urut 3, Arinal-Nunik.

Kapolres Metro, AKBP Umi Fadillah Astutik mengungkapkan, sedikitnya terdapat 300 massa yang ikut dalam aksi damai di kantor KPU, Panwaslu, dan DPRD Kota Metro.

“Kalau dalam izinnya ada 500 orang massa, tapi yang turut serta kami perkirakan sekitar 300 orang. Aksi ini akan dilakukan di tiga titik, dengan 193 personil yang kami terjunkan guna mengamankan jalannya aksi damai,“ kata dia.

Kapolres juga meminta agar pengunjukrasa dapat tertib dalam menyampaikan aspirasinya.

“Ini aksi damai, silakan melaksanakannya dengan damai juga. Kami akan melakukan pengamanan, sehingga kegiatan akan berlangsung tertib dan damai,” tandasnya.

Massa disambut Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda. Anna berjanji akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat, terkait temuan dugaan kecurangan dalam Pilgub Lampung 2018.

“Akan kita tindaklanjuti dan dilaporkan ke Fraksi PDI-P, Nasdem dan Fraksi Demokrat di DPRD Provinsi Lampung. Ini akan kami kawal sampai selesai,” ujar ketua DPRD Metro.

Berdasarkan pantauan, aksi damai yang dilakukan tiga lokasi berbeda itu berlangsung aman dan tertib.

Dalam orasinya, massa menyampaikan delapan pernyataan sikap, yaitu pemilihan Gubernur Lampung 2018 penuh kecurangan secara terstruktur, masif dan sistematis, terjadi pembagian sembako, jutaan lembar kain sarung, dan ratusan milyar dalam bentuk amplop.

Lalu, serangan fajar untuk merayu masyarakat Lampung dalam memilih Arinal-Nunik yang disponsori oleh perusahaan gula. Nasib masyarakat lampung tergadaikan karena cagub Arinal-Nunik harus hutang ke perusahaan tebu.

Kemudian, HGU perusahaan tebu akan habis dan indikasinya akan terjadi pengambilan tanah adat masyarakat apabila gubernur dilantik. Manisnya janji politik Arinal-Nunik tidak akan terealisasi karena hutang ke perusahaan yang jumlahnya sampai triliunan rupiah selama proses pilgub 2018.

Bongkar konspirasi antara penyelenggara pemilu yang terkesan mendiamkan kecurangan-kecurangan pilgub 2018. Tolak pelantikan arinal nunik sebagai Gubernur boneka perusahaan tebu. Hanya ada satu kata, Lawan….!!!!  (rif)