![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNGONLINE.CO.ID - Sejumlah pedagang beras di Kota Bandar Lampung menyebutkan harga beras pekan ini masih bertahan seperti minggu lalu. Itu karena stoknya masih banyak dan tidak ada lonjakan permintaan atas beras.
"Panen padi tengah berlangsung dan permintaan atas beras belum meningkat volumenya. Harga beras sebenarnya cenderung turun, bukan naik; karena stok lagi banyak," kata Rodjie, salah satu pedagang beras, di Pasar Tugu Bandar Lampung, Senin (28/5/2018).
Ia memperkirakan permintaan atas beras mulai meningkat volumenya sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran, dan kondisi itu sulit juga mendongkrak kenaikan harga beras.
Menurut dia, harga beras lokal berkualitas premium kini mencapai Rp11 ribu/kg dan beras kualitas asalan dan sedang berkisar Rp8.000- Rp11.000/kg.
Pada April, harga beras kualitas premium di Kota Bandarlampung mencapai Rp12.000- Rp13.000/kg, dan beras berkualitas asalan dan sedang berkisar Rp9.000- Rp11.000/kg.
"Sekarang ini sedang musim panen padi di Lampung, hal ini yang paling mempengaruhi harga beras," katanya, dilansir akurat.co.
Ia juga menyebutkan Operasi Pasar (OP) Beras Bulog juga tak berlangsung, dan masyarakat lebih suka membeli beras lokal dibandingkan beras Bulog.
"Harga beras lokal berkualitas asalan kini mencapai Rp8.000/kg, lebih murah dibandingkan beras Bulog. Masyarakat tentu memilih beras lokal karena lebih baru atau baru didatangkan dari penggilingan gabah," katanya.
Perum Bulog Divre Lampung pernah menggelar operasi pasar (OP) beras medium di sejumlah wilayah daerah di Provinsi Lampung mulai 2 Januari hingga 31 Maret 2018 dengan harga Rp8.500 perkilogram.
Para pedagang beras lainnya, seperti di Pasar Sukarame dan Gudang Lelang, juga menyebutkan harga beras sulit naik karena stok beras lagi banyak.
Target produksi gabah Lampung tahun 2018 mencapai 4.456.991 ton GKG, sedang produksi padi Lampung tahun 2017 mencapai 4.324.445 ton gabah kering giling (GKG), dan tahun 2016 sebanyak 4.020.420 ton GKG atau meningkat sebesar 10,39 persen dibanding tahun 2015 yaitu 3.641.767 GKG.
Provinsi Lampung termasuk sentra pertanian padi di Lampung, dan mutu gabahnya termasuk bagus sehingga diminati daerah lainnya di Sumatera.
Sementara itu, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 1,3 juta ton, sehingga sangat aman menghadapi kebutuhan saat Ramadan, Lebaran 2018 bahkan hingga dalam 5-6 bulan berikutnya.
"Stok beras selalu berubah dari waktu ke waktu, namun kami pastikan stok itu saat ini sudah tersebar ke seluruh gudang-gudang Bulog," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso, saat meninjau Gudang Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (24/5).
Ia menjelaskan, total stok nasional beras sebanyak 1,3 juta ton, berasal dari serapan beras petani lokal sekitar 800.000 ton, dan beras impor asal Vietnam sekitar 500.000 ton yang sudah tiba di Tanah Air. (*)
