Notification

×

Terkait LKPj Wali Kota, DPRD Metro Rekomendasikan Beberapa Hal

24 April 2018 | 16:30 WIB Last Updated 2018-05-21T00:40:42Z
Anna Morinda (ist)

METRO – Atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) wali kota, DPRD Kota Metro akan merekomendasikan beberapa hal kepada pemerintah kota (Pemkot) setempat. Salah satunya terkait kualitas jalan yang dirasa kurang baik.

"Hal itu berdasarkan keluhan masyarakat di beberapa wilayah, karena jalan yang baru dibangun atau diperbaiki mulai rusak. Kita juga usulkan pelebaran jalan dan drainase,” ujar Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, Selasa (24/4/2018).

Masalah lainnya yakni terkait pembangunan MCC atau GSG Bumi Sai Wawai. DPRD sudah men-support agar Kota Metro memiliki ikon. Seharusnya sudah dimulai dari 2017 hingga 2018, namun hingga saat ini belum terlaksana.

“Kita follow up soal ini, karena banyak jadwal yang mundur. Kami memahami kendala pada proses pembangunan MCC hingga menyebabkan banyaknya waktu yang terbuang. Seperti pada proses land clearing. Makanya kita ingatkan terus,” kata Anna.

Menurut dia, hal-hal tersebut dapat menjadi pelajaran eksekutif ke depan. Sehingga tidak terulang kembali.

“Lengkapnya nanti oleh Pansus. Kita bukan bilang bahwa perencanaan tidak matang, tapi ini yang terus kita ingatkan,” ungkap Anna lagi.

Terpisah, Ketua Pansus LKPj Wali Kota, Zaenuri mengatakan jika pansus juga mendorong penyelesaian persoalan pasar di Kota Metro, yang selama ini menjadi sorotan karena tidak terselesaikan, terlalu lama mencari solusi.

“Terkait persoalan PAD, baik pajak maupun retribusi, banyak potensi yang masih bisa digali. Mulai dari PBB hingga penambahan kantong-kantong parkir, juga rumah makan,” kata dia.

Diketahui, Pansus DPRD Kota Metro terkait LKPj Wali Kota batal menggelar sidang pleno. Sedianya, pleno dijadwalkan, Selasa (24/4/2018). Akibatnya, paripurna pembacaan rekomendasi pun diundur.

Ketua Pansus LKPJ LKPJ Wali Kota Zaenuri mengatakan, pihaknya telah menyampaikan hasil pansus kepada anggota DPRD. Namun, ada beberapa catatan dari fraksi-fraksi terkait rekomendasi. Sehingga pleno pun akhirnya ditunda.

“Bukan tidak disetujui. Tak ada masalah. Hanya banyak usulan fraksi yang belum masuk, itu sebabnya. Jadi masih kita bahas lagi. Kemungkinan dua hari ke depan sudah selesai,” terang dia. (arf)