![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNGONLINE - WhatsApp mengembangkan fitur yang mencegah pesan spam tersebar. Fitur tersebut kabarnya bisa digunakan dalam versi update terbaru 2.17.430.
Menurut keterangan WABetaInfo, fitur tersebut masih dalam versi beta dan belum meluncur secara resmi.
Fitur terbaru yang diharapkan bisa mencegah pengguna menjadi korban hoax ini dikembangkan untuk iOS dan Android, seperti dilansir Economictimes dan Okezone, Selasa (16/1/2018).
Pesan spam adalah pesan pengguna yang dikirim secara massal ke daftar kontak.
Seorang spammer tidak pernah mengirim pesan spam ke satu kontak pun, namun dia sering mengirimnya ke beberapa pengguna, memilihnya dalam daftar kontaknya
Spammer juga memetik data dari internet atau dari beberapa layanan registrasi.
"Pesan ini mungkin berisi iklan dan berita palsu yang tidak diinginkan, dan mereka sering mengundang Anda untuk meneruskan pesan ke kontak Anda," kata situs web tersebut.
Pengguna dimanfaatkan untuk meneruskan satu atau beberapa pesan spam ke beberapa kontak menggunakan opsi forward di WhatsApp.
Atas perilaku ini, WhatsApp akan memberitahu Anda tentang pesan yang telah diteruskan berkali-kali.
Apabila pengguna perlu mengirimkan pesan ke banyak kontak, WhatsApp merekomendasikan untuk memakai fitur Broadcast List, di mana hanya kontak yang memiliki nomor ponsel pengguna di buku alamat mereka yang menerima pesan Anda.
Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, WhatsApp telah memulai fitur yang memungkinkan pengguna sebagai admin untuk memberhentikan admin grup lain.
Sebagaimana diketahui, admin grup merupakan seseorang yang memiliki kuasa untuk mengelola grupnya, baik untuk menambahkan anggota atau bahkan mengeluarkannya.
Fitur yang disebut “Dismiss As Admin” itu memungkinkan admin grup untuk memberhentikan admin lain dan mengelola obrolan. Admin grup di WhatsApp biasanya terdiri dari beberapa orang.
Namun tentunya ada beberapa hal yang kerap timbul baik itu dari ketidaksepahaman ide atau lainnya. Oleh karenanya, fitur ini akan membantu meminimalisir hal tersebut.
Jika salah satu admin memberhentikan admin lain, selanjutnya admin tersebut akan menjadi anggota biasa di dalam grup. Artinya, ia tak lagi memiliki kuasa untuk mengelola grup termasuk menambahkan atau menghapus anggota. (*)
