| (foto: whatsapp) |
LAMPUNGONLINE - Para pengguna aplikasi media sosial WhatsApp (WA) dihebohkan dengan video pasien wanita cantik yang menangis karena merasa dilecehkan oleh seorang perawat pria di sebuah rumah sakit.
Ternyata, peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit National Hospital, Surabaya, Jawa Timur. Sang wanita bernama Widyanti, berusia 30 tahun. Sedangkan si pria bernama Zunaidi Abdillah (30).
Usai kejadian dalam video yang beredar luas di WA tersebut, Widyanti melaporkan perbuatan Zunaidi ke Polrestabes Surabaya. Kini, Polisi menetapkan perawat pria tersebut sebagai tersangka.
"Polrestabes sudah menetapkan pelaku sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Jumat (26/1/2018).
Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan video yang berisi tersangka minta maaf pada korban, yang telah tersebar di medsos.
Polisi akan mempertanyakan SOP yang ada di RS National Hospital Surabaya.
Apakah pasien wanita yang dalam keadaan tidak berdaya karena anastesi , diperbolehkan dilakukan pemindahan dari ruang UGD ke ruang perawatan oleh seorang saja, perawat laki-laki.
"Ini yang sedang digali, sesuai dengan standar formil dan materil. Ini sudah viral, bahkan mencapai puluhan ribu kali membagi. Kami mengharap publik bersabar karena kepolisian akan mengungkap sepenuhnya, baik korban maupun SOP yang dilaksanakan RS NH," tukas Barung, seperti dilansir Okezone.
Sebagaimana diketahui, video pasien cantik di RS National Hospital menjadi korban pelecehan seksual sempat viral.
Dalam video yang dibagikan oleh pemilik akun Twitter @Michael24007966 pada Rabu 24 Januari 2018, nampak wanita berambut panjang menangis tersedu-sedu.
"Pegawai RS meremas payudara pasien yang sedang sakit, Tolong Polri mengusut tuntas kasus percabulan ini," cuit @Michael24007966 di akun Twitter-nya.
Dalam video itu sang pasien wanita cantik menangis sambil mendesak pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan pelecehan terhadap dirinya.
Ia mengaku payudaranya diremas sebanyak dua kali oleh pelaku saat dirinya terbaring dengan kondisi masih terpasang selang infus.
"Kamu ngaku dulu apa yang kamu perbuat," ucap korban sambil menangis.
"Saya khilaf bu," jawab pegawai pria tersebut.
"Lho tapi kamu remas payudara saya kan sampai dua atau tiga kali kan, kamu masukin tangan? Ngaku, ngaku kamu," ujar korban sambil menunjuk pelaku.
Pelaku pun mengakui perbuatannya dan meminta maaf dengan cara bersalaman dengan korban. Tidak hanya korban yang disalami, tapi semua orang yang ada di dalam ruangan itu juga.
Remas Payudara 3 Menit
Modus yang dilancarkan yakni setelah dilakukan tindakan operasi terhadap korban di kamar operasi National Hospital, pelaku membawa korban yang masih dalam keadaan tidak berdaya ke ruang pulih sadar berjarak sekitar 7 meter dari kamar operasi.
Kemudian pelaku memasukkan tangan di balik baju pasien operasi. Lalu pelaku meremas-remas payudara serta memegang puting payudara korban selama kurang lebih 2 menit hingga korban merasa kesakitan.
Selanjutnya korban yang masih tidak berdaya berusaha memberontak dengan menggerakkan tubuhnya. Pelaku pun melepaskan dan mengeluarkan tangannya dari dalam baju korban.
Tetapi, pelaku mengulangi perbuatannya yang sama kepada korban untuk kedua kali selama kurang lebih 1 menit.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terduga pelaku pelecehan seksual mengakui perbuatannya.
Tetapi, dia enggan menjelaskan dengan detail motif pelaku melakukan perbuatan tersebut.
"Terduga pelaku telah mengakui (melakukan pelecehan seksual). Sedangkan untuk motifnya masih kita dalami dan terus melakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan," terang Rudi pada wartawan Jumat (26/1/2018).
Ia menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa video yang berisi tersangka minta maaf pada korban, yang telah tersebar di medsos. Penyidik memeriksa rekaman CCTV yang ada di rumah sakit. (*)
Berikut videonya: