![]() |
| Arinal Djunaidi (kiri) | foto: istimewa |
LAMPUNG – Terkait adanya kandidat calon gubernur (cagub) Lampung yang dibiayai oleh taipan alias konglomerat owner salah satu pabrik gula di Lampung, pihak Jaringan Arinal Berkarya (JAYA) akhirnya buka suara.
Ketua JAYA, Himawan Ali Imron, tidak membantah adanya bantuan pihak lain dalam sosialisasi pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi, dalam Pilgub Lampung 2018 mendatang.
Tetapi, pihak JAYA menyatakan tidak sepeser pun menggunakan uang negara, baik dari APBN, APBD, maupun BUMN dan BUMD.
Hal itu disampaikan Imron dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/6/2017).
Isinya, antara lain, pihaknya berterima kasih kepada berbagai kalangan dan kelompok masyarakat yang semakin banyak mendukung kandidat yang didukung JAYA, yakni Ir. H. Arinal Djunadi, sebagai cagub Lampung 2019-2024.
"Dukungan terhadap Arinal dalam Jaringan Arinal Berkarya (JAYA) berasal dari beragam kalangan," kata Imron.
Antara lain pengusaha, kelompok pedagang, kalangan petani, nelayan, pekerja, tokoh agama, alim ulama dan santri, para profesional, politisi, serta unsur-unsur jaringan perempuan dan kepemudaan.
Pihaknya mengaku sangat bersyukur bahwa dukungan itu semakin besar dan meluas dalam berbagai bentuk.
’’Kami menegaskan bahwa support materi yang diberikan kepada Jaringan Arinal Berkarya untuk mendukung Bapak Arinal Djunaidi tidak ada satu rupiah pun yang berasal dari uang negara atau baik dari APBN, APBD, maupun BUMN dan BUMD. Jaringan Arinal Berkarya menolak segala bentuk pembiayaan dan support dana yang berasal dari uang negara, karena itu adalah uang rakyat yang pada hakikatnya harus digunakan sebesar-besarnya untuk pembangunan dan kemakmuran rakyat,” ungkapnya.
Dijelaskan, JAYA didirikan dengan tekad untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Lampung.
’’Sehingga, kami berharap semakin banyak komponen masyarakat lainnya yang bersinergi dan bergabung di jaringan ini, demi kemajuan rakyat Lampung dan masa depan Lampung yang lebih baik. Sehingga Provinsi Lampung dapat mengejar ketertinggalan dengan provinsi lainnya di Indonesia yang jauh lebih maju, menuju Provinsi Lampung yang maju, sejahtera, mandiri, berdaya saing, berkeadilan, berakhlakul karimah, dan bermartabat,” terangnya, seperti dilansir Radarlampung.
Diberitakan sebelumnya, sumber pendanaan sosialisasi Arinal untuk maju pilgub terkuak. Ternyata, salah satu sumber dana berasal dari taipan atau konglomerat.
Wartawan mendapatkan data tepercaya, taipan tersebut adalah owner salah satu pabrik gula di Lampung.
Kepastian pembiayaan JAYA oleh taipan tersebut pun terungkap beberapa waktu lalu. Ketika itu, JAYA menggelar diskusi bertema bisnis yang diikuti ratusan pengusaha menghadirkan pakar marketing Hermawan Kertajaya.
Pada diskusi yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis (11/5) pukul 19.00 WIB tersebut, terjadi peristiwa mencengangkan.
Dengan gamblang dan tegas, Hermawan yang juga merupakan presiden World Marketing Association itu menyatakan bahwa dia diundang oleh salah satu perusahaan pabrik gula di Lampung. (*)
